FIKSI & DIARY

Memaksakan Diri Untuk Disukai Orang Lain

Memaksakan Diri Untuk Disukai Orang Lain

Itu benar-benar pengalaman pribadi yang saya alami sendiri. Sejak kecil saya selalu memaksakan diri agar di sukai orang lain. Bahkan mungkin sampai dengan sekarang. Banyak hal yang membuat saya seperti itu, karena merasa sakit luar biasa ketika sejak kecil sering diabaikan dan dijauhi oleh lingkungan, bahkan oleh keluarga sendiri. Hanya Kakek dan Nenek tercinta saja yang benar-benar mau meluangkan waktu bersahabat dengan saya.

Pengalaman batin jangka panjang seperti inilah yang membuat saya selalu merasa tidak layak dan tidak nyaman untuk berkumpul dengan banyak orang. Dampaknya, sejak muda saya selalu lebih suka menyendiri. Bahkan sampai dengan sekarang.

Makanya, memancing menjadi hobi berat saya. Dikala memancing, saya menjadi diri sendiri yang tidak terlalu membutuhkan untuk berinteraksi dengan orang lain. Hanya dengan alam sekitarlah saya merasa memiliki sahabat-sahabat terbaik.

Memang saya akui, saya bukan tipe individu yang jago membina hubungan dengan orang lain. Saya bukan termasuk ahlinya dalam bersilaturahmi.

Saya menjadi terpukul berat ketika Kakek meninggal dan selanjutnya beberapa tahun kemudian Nenek pun juga meninggal. Untungnya, saya kemudian kenal dengan seorang wanita yang bersedia menemaniku, dan akhirnya menjadi istriku dan menemani hidupku sampai sekarang.

Alhamdulillah, kami kemudian dikaruniai tiga anak yang sekarang pada beranjak dewasa. Teman saya menjadi bertambah, apalagi ditambah dengan beberapa ekor kucing yang ganteng dan cantik. Keceriaan saya mulai berkembang dan bersemi.

Semenjak mampu membeli komputer sendiri beberapa tahun yang lalu, saya lebih merasa nyaman bersahabat dengan komputer, coding dan segala algoritmanya. Jadi wajar jika saya kelihatan lebih matang dalam hal ini dibanding kawan-kawan yang lain.

Dulu, saya sering memaksakan diri agar disukai orang lain. Sekarang tidak lagi, karena bagi saya saat ini bukan seberapa banyaknya orang yang menyukai saya, namun kualitas, keikhlasan dan ketulusan hubungan menjadi ukuran kenyamanan saya.

Minimal, sekarang masih ada seorang istri yang setia menemaniku, dengan ditambah tiga anak yang mulai beranjak dewasa, beberapa joran, beberapa ekor kucing dan sebuah Laptop yang setia mengawaniku dikala sedang kesepian. Itu sudah lebih dari cukup dan teramat sangat saya syukuri.

Kalau baru-baru ini saya agak kelihatan sering menengok media sosial, itu sebenarnya tidak tepat juga. Sejujurnya, media sosial baik facebook, Twitter, Google Plus dan lainnya itu hanya sekedar media mesin “auto poster” yang saya pasang di jejering.net dari semua tulisan yang diunggah di situs tersebut. Kadang-kadang saya kadang-kadang menengoknya untuk melakukan “say hello” dengan beberapa teman di medsos.


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top