FIKSI & DIARY

Apes Itu Makan Nasi Liwet Abal-abal Di Lesehan Setan

Apes Itu Makan Nasi Liwet Abal-abal Di Lesehan Setan

Lebaran tahun ini memang terasa berbeda. Bila tahun sebelumnya orang serumah “ndekem” di Jogja, tahun ini mudik ke kota kelahiran alias Rembang. Demi menghindari kemacetan, seringkali kali atau selalu #hehe berangkat setelah subuh. Sopir 1 alias bapak turun tangan dari Jogja menuju Solo.

Sayangnya, perjalanan mudik kali ini diawali tragedi yang cukup mengerikan #lebay. Tragedi diawali dengan penghuni mobil yang teriak-teriak kelaparan sejak berada di Klaten karena belum sarapan. Semua pun pasang mata untuk menemukan warung makan. Namun warung amakan pada tutup. Ya iyalah, secara hari itu adalah puasa terakhir dan mungkin banyak yang sudah libur.

Akhirnya sampai tu di pertigaan besar Kartasura. Nah, di seberang pasar ada warung tenda bertuliskan Nasi Liwet gede. Gerobak melipir dan siap mengisi perut. Saat mau masuk tenda sebenarnya ada perasaan mengganjal tapi dikubur dalam-dalam karena tertutup perut yang keroncongan. Sambil duduk di lesehan, kami pesan 5 porsi nasi liwet plus ayam goreng. Uuugh, kebayang kan makan nasi liwet hangat dengan piring daun dan sayurnya yang gurih itu. Tapi, bayangan itu perlahan pudar karena nasi tak kunjung datang. Ini nasi liwet apa baru naik kompor ya. Nasi liwet kan biasanya penyajiannya cepat, orang tinggal ciduk sana sini. Duh, perasaan semakin tak nyaman.

Apes Itu Makan Nasi Liwet Abal-abal Di Lesehan Setan 2Datanglah itu nasi. Tapi eh tapi, kok penampakannya jauuuuh banget dari nasi liwet biasanya. Ini cuma nasi putih yang disajikan di piring polos. Terus disusul ayam goreng plus sambal dan lalapannya. Lhoh, lhoh, lhoh. Ini nasi liwet apa nasi ayam goreng?  Herannya tetep aja lhoh kami makan nasinya. hahahah. Laper bo’, laper. Tragedi belum berakhir ini. Ayamnya, beeeuuuh. Sedaaap, rasanya asin-asin dengan aroma busuk semburat gitu. Tapi, ayam dengan semburat busuk itu aku temuin di ayamnya Satya dan Uma. Soalnya punya mereka sisa dan aku yang bungkusin ke tisu, niatnya mau dicamilin. Okay, makan selesai dan 3 piring masih tersisa banyak termasuk nasi plus ayamnya.

Ini nih apes yang super-super melukai jiwa dan raga #jiaaah. Bapak, beserta adik-adik lebih dulu meluncur ke mobil. Aku mah seperti biasa mendampingi bu menteri keuangan alias Ibuk, wkwkwk. Mulanya sih aku masih berada di depan sambil pakai sepatu. Pas ngelirik ke Ibuk yang buka dompet, perasaan semakain kacau balau. Lhah bener saja, dua lembaran merah kok diangkat. Wah, kacau nih. Aku samperin Ibuk plus penjualnya dan langsung ngomel “Mahal banget!!!”.

O, iya kan masih ada sisa ayam ya, itu aku bawa dengan tisu. Setelah tau totalnya nggak masuk akal, itu ayam aku buang di pinggir jalan sambil diliatin mobil-mobil dan bis yang berhenti karena itu dekat bangjo. Nih ya rinciannya : nasi liwet abal-abal (nasi putih) plus ayam goreng 5, kerupuk 3 dan teh anget 5 habis 205 ribu rupiah.

Kalau ada yang bilang no pic sama dengan hoax, tak sumpelin ayam bosok ini lho. Aku tlaktir deh, makan sepuasnya di lesehan ini. Tapi efeknya tanggung sendiri. Emang apa efeknya? Beuh, jangan salah. 10 sampai 15 menit itu perut langsung mules. Untung siap entr*ostop dan langsung aku cekokin itu semua. Yang telat minum itu Ibuk sama Uma. Berakhir di kamar mandi, untung cuma sekali.

Udah kelaperan, makan nasi liwet abal-abal, ketemu ayam bosok, harganya fantastis ngalah-ngalahin makan di resto, mules-mulesnya, plus sakit hatinya. hahahah. Apes bener. Biasanya cuma bisa baca-baca pengalaman orang yang apes karena makan di tempat-tempat wisata tertentu. Eh kok akhirnya malah ngalamin sendiri. Apeeees.

Nih ya buat penjualnya, apa iya rejekimu berkah dengan jualan seperti itu. Untung banyak cepet tapi jangan harap hidupmu tenang dengan menyakiti orang lain plus meracuni orang lain.


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top