FIKSI & DIARY

Gara-gara Pensil Hilang

wpid-20150728_115721

Sampai di sekolah, Nida baru sadar jika jam pertama hari ini di kelasnya adalah menggambar. Nida begitu panik karena dirinya belum membeli pensil sebelumnya, guru melukis yang katanya terkenal galak dan tegas itu semakin membuat Nida ketakutan. Dengan wajah panik Ida mencari pinjaman pensil di kelasnya. Akhirnya ada orang yang mau meminjamkan pensilnya kepada Nida, sehingga ia pun dapat selamat dari guru lukis yang terkenal galak tersebut.

Namun tidak lama setelah pelajaran tersebut berakhir pensil yang ia pinjam tersebut tiba-tiba hilang dari mejanya setelah Nida tinggal ke kamar mandi, karena malu Nida pun memutuskan untuk diam dan berharap orang tersebut lupa untuk mengambil pensil yang ia pinjamkan tersebut.

Sepulang dari sekolah secepatnya Nida mencari informasi tentang nomer ponsel milik orang tersebut, setelah dapat segera Nida menjelaskan segalanya sambil meminta maaf kepada orang tersebut. Nida mengetahui nama orang tersebut adalah Rara. Mengetahui hal tersebut Rara memang sempat tersulut emosi, dirinya hanya mengabaikan pesan dari Nida. Nida berulang kali mengirim pesan kepasa Rara. Tetap saja Rara mengabaikannya.

Pagi harinya saat di sekolah Rara menemukan 3 buah pensil baru di dalam laci mejanya dengan surat di sampingnya atas nama Nida. Dengan segera Rara pun menemui Nida untuk berterimakasih terhadapnya. Nida pun juga menceritakan kejadian yang sebenarnya terhadap Rara. Sehingga Nida dan Rara pun mulai saling mengenal dan akhirnya menjadi akrab setelah kejadian itu. Mereka berdua pun heran berawal dari kebencian di antara mereka karena masalah kecil kini malah membuat mereka menjadi teman, bahkan menjadi teman baik.


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top