ANALISIS

Apa Kabar Koalisi Kekeluargaan

Gara-Gara Ahok, 7 Partai Beda Ideologi Bersatu

Kepala Biro Pemilu dan Pilkada Badan Saksi Pemilu Nasional PDIP, William Yani, mensinyalir bahwa Koalisi Kekeluargaan akan berantakan jika PDIP mendukung Ahok. Masalahnya, Pencalonan Sandiaga sebagai calon DKI Satu belumlah keputusan final yang disepakati oleh semua partai anggota koalisi. (Detiknews, Sabtu 20 Aug 2016)

Sayangnya, begitu besarnya keinginan sebagian anggota Koalisi Kekeluargaan untuk membawa Risma ke Jakarta, justru menunjukkan ketidak percayaan mereka terhadap kemampuan Sandi untuk mempecundangi Ahok.

Lebih kacaunya, secara implisit, PDIP juga merasa tidak pernah diajak rembugan dengan fair oleh partai-partai anggota Koalisi Kekeluargaan dalam pencalonan Sandiaga Uno yang terkesan tiba-tiba dan seolah memaksakan diri.

Wiliam juga mengatakan bahwa PDIP masih akan mempertimbangkan pencalonan Sandiaga Uno. “Belum tentu Sandiaga Uno. Kita belum ada keputusan,” tegas Wiliam. Ini merupakan sinyal bahwa PDIP masih meragukan Sandiaga Uno. Dalam kata lain belum sepakat sepenuhnya tentang pencalonan Sandiaga sebagai DKI Satu.

Nampaknya, jika Risma dibawa ke Jakarta, maka semua partai anggota Koalisi Kekeluargaan akan mengamininya. Bagaimana dengan sikap PDIP sendiri saat ini? Megawati kelihatan semakin mesra dengan Ahok. Terlepas dari keengganan DPD PDIP DKi, siapa kader PDIP yang berani melawan titah sang pemimpin tertinggi Partai Banteng Moncong putih ini? Belum pernah ada sejarahnya ada kader PDIP yang berani melawan keputusan Megawati.

PDIP sendiri juga mempersilahkan anggota Koalisi Kekeluargaan untuk bersemangat membawa Risma ke Jakarta. Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno yang sangat yakin bahwa Risma juga tidak akan serta-merta menerima pinangan partai anggota koalisi kekeluargaan untuk dibawa ke Jakarta.  (Detiknews, Sabtu 20 Aug 2016)

Hal ini membuat Koalisi Kekeluargaan semakin ketir-ketir dan bahkan semakin menunjukkan berbagai blunder-blunder kecil. Di sisi lain, mereka masih belum sepenuhnya yakin terhadap Sandiaga, namun mau membawa Risma ke Jakarta juga belum mendapatkan lampu hijau dari Megawati.

Salah satu blunder kecil tersebut adalah ketika Koalisi Kekeluargaan terlihat tidak sabar, cenderung grusa-grusu, emosional dan gegabah. Misalnya, Eko Patrio, ketua DPW PAN DKI bahkan menyatakan siap menampung Risma jika PDIP tidak merestui Risma untuk dibawa ke Jakarta. (Detiknews, Jumat 19 Aug 2016)

Lhah gimana mas Eko ini. Risma jelas-jelas kader PDIP kok mau ditampung oleh PAN. Ini jelas bisa dituduh pembajakan kader terselubung. Apa justru tidak membuat PDIP semakin kagol dan sewot? Sabar saja dulu mas Eko. Megawati jelas tidak akan gegabah untuk memutuskan siapa yang dijagokan menjadi DKI Satu. Siapapun tidak boleh dan tidak akan bisa mendikte Megawati.


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top