Internasional

Kepungan Aleppo Akhirnya Pecah


Pasukan Suriah dan sekutunya berada dalam posisi defensif di sekitar Aleppo pada hari Minggu setelah aliansi pemberontak mengatakan berhasil memecahkan pengepungan pemerintah tiga minggu dari kota Aleppo.

Sebuah koalisi pemberontak dengan nama Jaysh Al-Fateh (Army of Conquest), dikabarkan telah berhasil membuka rute baru ke lingkungan timur Aleppo yang telah terkepung selama tiga minggu.

Keberhasilan pemecahan kepungan ini  disambut euforia di kalangan warga sipil dan pejuang oposisi di distrik timur Aleppo, namun memicu rasa takut kekurangan pangan di antara penduduk wilayah barat yang dikendalikan loyalis Assad.

Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan perkembangan akhir-akhir ini adalah salah satu kemunduran yang paling signifikan untuk pasukan pemerintah sejak konflik meletus pada Maret 2011. “Meskipun lebih dari 600 serangan udara Rusia, pasukan rezim tidak dapat mempertahankan posisi mereka,” lanjut Rami Abdel Rahman.

Namun pecahnya kepungan Aleppo ini dibantah oleh kantor berita pro pemerintah SANA. Menurut laporan SANA, sebuah sumber militer telah menekankan bahwa tentara Arab Suriah bertekad untuk menghilangkan kelompok teroris dari seluruh daerah mereka diposisikan di seluruh negeri dan mencegah mereka dari mencapai tujuan mereka di Aleppo.

Sumber militer tersebut mengatakan bahwa angkatan udara Suriah pada hari Minggu menghancurkan sejumlah kendaraan lapis baja dan mobil yang dilengkapi dengan senapan mesin dan sarat dengan amunisi, dan menewaskan sejumlah besar teroris di Kafernaha, al-Atareb, Khan Touman, Orum al-Kobra, al Zirbeh, Khalsah dan di sekitar Akademi Militer di Aleppo.

Sebelumnya, sumber militer Suriah mengatakan kepada SANA bahwa unit tentara dan angkatan bersenjata, bekerja sama dengan pasukan pendukung, masih melanjutkan operasi militer di selatan Aleppo.

Ia menambahkan bahwa operasi militer terus pada semua sumbu ke selatan dan barat daya dari Aleppo dan bahwa kerugian besar sedang menimpa kelompok teroris di lengan dan personil.

Sumber militer tersebut menekankan bahwa kelompok-kelompok teroris belum mampu mematahkan kepungan yang dikenakan pada para teroris di lingkungan timur Aleppo. Sumber militer Suriah meyakini bahwa  media massa yang terlibat dalam menumpahkan darah Suriah sengaja meluncurkan perang psikologis yang luas melalui puluhan penyiaran dari fabrikasi foto dan video untuk mempengaruhi moral warga dan menyesatkan opini publik dan untuk menutupi sejumlah besar tewasnya teroris dan terluka dalam pertempuran Sabtu kemarin.

Sumber: AFP, Anadolu Agency, SANA


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top