Internasional

Kurdi Merasa Dikibuli Amerika

Kurdi Merasa Dikibuli Amerika

Qamishli, Suriah – Milisi YPG Kurdi merupakan sekutu Amerika Serikat terbaik yang berjuang melawan ISIS di Suriah utara. Tapi itu semua menjadi berubah tiba-tiba pada Rabu. Saat invasi Turki ke kota perbatasan Jarabulus, dikombinasikan dengan peringatan Biden ke YPG akan kehilangan dukungan kecuali menarik diri dari daerah terdekat, telah membuat Kurdi merasa dikibuli dan ditinggalkan begitu saja oleh Amerika Serikat.

YPG Kamis kemarin mengindahkan perintah Biden untuk angkat kaki dari wilayah yang mereka rebut dari tangan ISIS di sebelah barat sungai Efrat, dan telah menarik beberapa pasukan dari garis depan sekitar Jarabulus dan Manbij, sebuah kota yang menjadi pusat jalur suplai ISIS.

Erwin Stran, seorang relawan AS yang tergabung dengan YPG, menganggap Amerika Serikat telah menusuk Kurdi dari belakang.

Kurdi Suriah melihat serbuan Turki baru-baru ini di Suriah utara – bukan demi mengusir ISIS, namun yang sebenarnya adalah untuk mencegah terciptanya wilayah Kurdi federal yang bersatu di perbatasan Suriah – Turki.

YPG selama ini melihat Turki selalu tetap akan mendukung ISIS, sedangkan Pasukan SDF justru berjuang melawan ISIS di Manbij, dan menyatakan bahwa ratusan milisi ISIS terus masuk ke Suriah melalui perbatasan Turki selama pertempuran.

Awalnya, SDF berencana untuk membidik Jarabulus dan al-Bab untuk membuka koridor menuju Efrin, dan untuk menyatukan tiga pemerintah daerah mereka menjadi satu federal yang semi-pemerintah, berbatasan dengan Turki. Tapi sekarang ini terlihat semakin sulit dn nyaris mustahil.

“Ini menjijikkan dan mengecewakan,” kata Joe Ackerman, seorang mantan tentara Inggris dari Halifax yang berjuang selama lebih dari satu tahun dengan Kurdi dalam melawan ISIS sampai Maret 2016 kemarin.

” YPG, YPJ serta SDF telah kehilangan sejumlah besar milisi di Manbij dan tanpa mereka Barat dan Eropa akan dibanjiri militan ISIS yang sudah dilatih sebagai ahli pembuatan bom dan sebagai tentara yang terampil.”

Para petinggi Kurdi telah mengklaim bahwa sejumlah negara yang memusuhi YPG telah berkolaborasi untuk meluncurkan operasi di Suriah utara, dengan tujuan jangka panjang merusak kemampuan YPG untuk membangun konfederasi mereka di wilayah tersebut.

Salih Muslim, pimpinan PYD (dari sayap politik YPG) memperingatkan MEE pada awal Agustus bahwa Turki “mungkin membuat kesepakatan dengan Israel, Rusia, Iran, atau bahkan Assad di masa depan, hanya untuk tidak membiarkan Kurdi memiliki hak-hak mereka”.

Sebuah sumber yang dekat dengan kepemimpinan Iran juga mengatakan MEE pada Kamis bahwa “Turki dan Suriah sedang mengkoordinasikan langkah untuk memberangus Kurdi melalui Iran”.

Bentrokan terakhir antara pemerintah Suriah dan YPG di Hasakah – yang melibatkan penggunaanserangan udara Suriah yang pertama kalinya terhadap sasaran Kurdi sejak awal perang – telah menunjukkan bahwa perdamaian diam-diam antara YPG dan milisi pro pemerintah, telah rusak.

Reaksi keras pemerintah untuk deklarasi YPG dari “Federasi Utara Suriah” di bulan Maret, juga menunjukkan kepedulian Damaskus tentang kekuatan tumbuh dari kelompok.

Pekan lalu, pemerintah daerah di Kobane memperingatkan bahwa serangan terhadap Hasakah telah dikoordinasikan dengan Turki “untuk menghadapi proyek demokrasi yang sedang dibentuk di Suriah utara” dan mengatakan pemerintah sedang berusaha untuk “menciptakan perselisihan sektarian antara kelompok Suriah”.

Sekarang, dengan Wakil Presiden AS Joe Biden menegur para YPG saat konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Turki Binali Yildirim, banyak telah menyatakan keprihatinan bahwa Kurdi bisa dibiarkan tanpa sekutu dekat di wilayah tersebut.

“Kekecewaan Kurdi terhadap AS sangat terlihat, Anda dapat melihat dari orang-orang di jalanan, politisi, itu ada, orang-orang sangat marah dan kecewa,” kata Mutlu Civiroglu, seorang analis urusan Kurdi. “Karena itu adalah Kurdi adalah pihak yang membayar harga tertinggi dalam upaya Amerika Serikat dalam memerangi ISIS.

Mutlu Civiroglu”Selama operasi SDF di Manbij, SDF telah kehilangan lebih dari 200 milisi yang didominasi YPG tewas, sehingga keluarga pejuang YPG menjadi sangat marah dan kecewa berat…….”

Kurdi sekarang kecewa berat dan merasa sudah dimanfaatkan, dikibuli, dikhianati dan ditinggalkan begitu saja oleh Amerika Serikat.

Sumber: Middleeasteye, ARA News


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top