Internasional

Menlu Suriah Kecewa Karena Turki Melanggar Kedaulatan Suriah

Menlu Suriah Kecewa Karena Turki Melanggar Kedaulatan Suriah

Kementerian Luar Negeri Suriah mengutuk serangan militer Turki yang dibantu pasukan koalisi pimpinan Amerika, terhadap ISIS di Jarablus. Menlu Suriah menganggap bahwa aksi militer Turki sebagai tindakan pelanggaran kedaulatan Suriah. Menlu Suriah menambahkan bahwa setiap operasi serangan terhadap terorisme di Suriah harus dilakukan dalam koordinasi dengan Damaskus. Selanjutnya, Menlu Suriah menuduh Ankara meluncurkan serangan untuk menggantikan ISIS dengan “kelompok teroris lainnya dukungan Ankara”.

Ada spekulasi bahwa serangan terbaru Turki ke wilayah Suriah tak ada hubungannya dengan tujuan pembersihan ISIS diperbatasan Suriah – Turki, namun alasan Turki sebenarnya adalah untuk mencegah perkembangan milisi Kurdi yang berada didekat wilayah tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, militer Turki ang didukung oleh pesawat koalisi pimpinan AS melancarkan ofensif terkoordinasi pertama ke Suriah pada hari Rabu untuk mencoba mengusir ISIS dari perbatasan dan mencegah perkembangan lebih lanjut dari milisi Kurdi di Suriah Utara. Pasukan khusus dan kavaleri Turki dan pemberontak Suriah yang didukung oleh anggota NATO menyeberang ke Suriah utara untuk mengusir ISIS dari kota perbatasan Jarablus, kata sumber-sumber militer Turki. Operasi militer Turki yang bernama “Efrat Shield”, adalah operasi Turki pertama militer terbesar sejak kudeta yang gagal.

Presiden Turki Tayyip Erdogan secara jelas dan terbuka mengatakan operasi militer Turki menargetkan ISISm dan milisi YPG (sayap militer partai PYD Kurdi), yang telah banyak menguasai Suriah utara dan ini membuat Turki khawatir.

Milisi Kurdi telah merebut banyak wilayah sejak awal konflik Suriah pada tahun 2011, dan Ankara telah lama menyatakan sungai Efrat, yang berjalan di timur Jarablus, garis merah yang tidak boleh diseberangi oleh milisi Kurdi. Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan milisi Kurdi (YPG) harus menarik diri ke sebelah timur Efrat atau Turki akan “melakukan apasaja yang diperlukan”.

Menurut Reuters, Turki dan Amerika Serikat berharap bahwa dengan memberangus ISIS dari perbatasan Suriah – Turki, mereka bisa menyumbat rute penyelundupan logsitik maupun personil kombatan ISIS. Ironisnya, telah lama Turki disinyalir menjadi penyedia utama dukungan keuangan, personil dan logistik ISIS.


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top