ANALISIS

Pragmatisme Amerika Dalam Konflik Suriah

Pragmatisme Amerika Dalam Konflik Suriah

Benar, memang Amerika sering menyatakan bahwa milisi YPG Kurdi adalah mitra darat paling efektif dalam mengalahkan ISIS. Bahkan, dalam konflik terakhir di Hasakah, seolah militer Amerika pasang badan untuk melindungi milisi Kurdi (YPG) sehingga membuat pesawat tempur Suriah lari dari arena pertempuran. Namun, YPG Kurdi jangan terlalu merasa gembira dan besar kepala dulu.

Bukti terakhir, karena kunjungan Biden, Amerika tiba-tiba mendukung Ankara ketika militer Turki menyerang Jarablus dan membombardir posisi milisi YPG di Manbij. Bahkan, dalam serangan terkoordinasi antara militer Turki – Amerika, mereka bahu membahu membombardir Jarablus, dan memberikan lampu hijau untuk memberangus perkembangan milisi Kurdi  (YPG) di Suriah Utara.

Pragmatisme Amerika ini sama sekali seolah tidak pernah dipertimbangkan atau dipikirkan oleh milisi Kurdi (YPG) yang menjadi kekuatan utama dari milisi SDF dukungan dan bentukan Amerika sendiri. Di sisi lain, Amerika juga seolah tidak tahu pragmatisme Kurdi yang mencoba memanfaatkan dukungan Amerika untuk menguasai Suriah Utara termasuk Hasakah.

Amerika sudah tahu sejak awal bahwa mimpi Kurdi sebenarnya adalah untuk memerdekakan diri dari Suriah, Iran, Irak dan Turki. Mereka ingin membentuk negara baru yang dinamakan Kurdistan. Amerika sengaja membiarkannya agar milisi Kurdi dapat dimanfaatkan untuk menghabisi ISIS.

Namun, perkembangan terakhir dari mendekatnya Turki ke Rusia karena merasa dikecewakan Barat, membuat pertimbangan geopolitik wilayah Timur Tengah dan teluk dari Washington dan sekutu barat menjadi galau luar biasa. Apalagi, aliansi baru Turki – Rusia – Iran menunjukkan tanda-tanda bahwa Turki mulai melunak kepada Suriah. Apalagi ditambah Cina yang juga semakin merapat kepada aliansi dadakan yang baru ini.

Amerika segera mencegah perkembangan tersebut, dan mengutus Biden untuk merayu ulang Turki. Hasilnya, gempuran militer Turki ke Jarablus dan juga ke posisi milisi YPG tak terhindarkan. Bagaimana dengan posisi Kurdi saat ini dimata Amerika? Kurdi hanyalah pion kecil dari kepentingan geopolitik negara adidaya termasuk Amerika. Kurdi harus siap dikorbankan kapanpun.

Pertimbangan pragmatisme geopolitik Amerika yang seolah muncul tiba-tiba ini, secara tidak langsung justru menguntungkan posisi Assad, memperkuat pengaruh Rusia, memperlemah posisi Nato dan Uni Eropa. Kurdi yang pragmatis, ternyata dapat dikadali dan dimanfaatkan oleh keparagmatisan Amerika.

Blunder besar Kurdi adalah mencari gara-gara dengan Suriah yang jelas didukung oleh aliansi bentukan Moskow. Padahal, sebenarnya Kurdi (PYD) juga sempat dimanfaatkan oleh Rusia untuk memaksa Turki tekuk lutut. Dalam hal ini, Kurdi adalah pragmatis culun yang istilah jawanya kegedhen empyak kurang cagak. Keinginannya besar, namun tenaga dan sumber dayanya sangat minim. Kurdi hanyalah sekedar pion catur dari percaturan geopolitik para pemain raksasa. Kepragmatisan dan syahwat separatisme Kurdi adalah salah satu titik terlemah yang mudah dimanfaatkan para raksasa yang super pragmatis.


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top