ANALISIS

AS Tetap Akan Kukuh Menuduh Rusia Walaupun Tidak Punya Bukti


Sepanjang keseluruhan dari krisis Suriah, media Barat telah nampak sengaja salah dalam mengartikan fakta dan disajikan langsung kepada khalayak mereka mengenai hampir setiap aspek dari perang, terutama ketika informasi tersebut memenuhi syahwat mereka terhadap dukungan untuk intervensi Barat yang lebih besar di Suriah. Media Barat nampaknya juga sengaja membanjiri disinformasi dan misinformasi yang dirancang untuk meninggalkan jejak narasi palsu di benak publik.

Dalam insiden pemboman terbaru terhadap konvoi bantuan PBB di Urm al-Kubra dekat Aleppo, media Barat mutlak bertindak sebagai corong kepentingan AS dengan membanjiri informasi bahwa konvoi bantuan kemanusiaan PBB diserang oleh pembom Rusia. Menurut petinggi militer AS,  Rusia bertanggung jawab atas serangan itu meskipun tidak memiliki bukti yang cukup. Selain itu, petinggi militer AS tetap akan mengatakan bahwa, bahkan jika Rusia tidak terbukti menjatuhkan bom pun, Rusia tetap dianggap bersalah telah menyerang konvoi. Lho kok enak banget?

Kepala Staf Gabungan Militer AS, Jenderal Joe Dunford, melemparkan klaim kepada Senat Komite Angkatan Bersenjatamasuk akal jika “Tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa Rusia bertanggung jawab, …. kita tidak tahu pesawat mana yang menjatuhkan bom. ”

Pernyataan Dunford pada dasarnya adalah “Kami ingin tetap menyalahkan Rusia, terlepas dari siapa yang melakukan pengeboman terhadap dibom konvoi ini, ntinya, kita tetap akan menyalahkan Rusia ada bukti ataupun tidak.”

Menteri Pertahanan AS Ashton Carter pun tidak mau kalah dengan Dunford dan menyatakan bahwa Rusia bertanggung jawab untuk serangan ini apakah mereka melakukan atau tidak karena mereka telah melibatkan diri dengan rezim Suriah.

Nampaknya, petinggi militer AS akan tetap kukuh menyalahkan apapun kepada Rusia dalam masalah Suriah pada khususnya dan massalah regional ataupun internasional pada umumnya. Para petinggi militer AS cenderung menginginkan perang frontal terbuka dengan Rusia apapun yang terjadi termasuk apapun validitas buktinya.

Sumber Video: Senator Lindsey Graham


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top