Internasional

AS Yakin Rusia Pelaku Penyerangan Konvoi Bantuan PBB

AS Yakin Rusia Pelaku Penyerangan Konvoi Bantuan PBB

Badan intelijen AS yakin bahwa pesawat Rusia melakukan serangan yang menargetkan konvoi bantuan kemanusiaan PBB di Suriah utara pada Senin kemarin.

Serangan itu memicu keraguan dalam pemerintahan Obama bahwa ia dapat mempercayai Moskow untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan gencatan senjata kedua negara, pejabat AS mengatakan, meskipun John Kerry dan PBB Selasa kemarin menyatakan bahwa gencatan senjata ini tidak mati.

Kerry awalnya mengatakan pasukan Suriah yang “jelas” bertanggung jawab atas serangan konvoi, yang menewaskan sedikitnya 12 orang. Para pejabat AS mengatakan data intelijen baru menunjukkan bahwa militer Rusia yang lebih mungkin melakukannya, ketimbang Suriah.

Para pejabat AS mengatakan pemerintah Rusia dan Suriah telah diberitahu terlebih dahulu mengenai konvoi 31 truk untuk memastikan tidak akan dibom oleh pasukan mereka di wilayah tersebut. “Ada koordinasi awals ebelumnya dengan Rusia,” kata seorang pejabat intelejen AS.

Juru bicara kementerian luar negeri Rusia menolak untuk komentar atas tuduhan AS kepada militer Rusia. Perwakilan dari Kementerian Pertahanan Rusia tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar.

Secara terpisah, pada Selasa malam, militer Rusia merilis apa yang dikatakan adalah rekaman drone dari truk pickup milik pemberontak Suriah yang membawa mortir berat melewati konvoi kemanusiaan.

Sebelumnya Selasa, militer Rusia menyatakan, “Tidak ada serangan udara terhadap konvoi kemanusiaan PBB di pinggiran barat daya Aleppo yang dilakukan baik oleh jet tempur Rusia ataupun Suriah.” Kantor berita resmi Suriah, mengutip satu sumber militer yang tidak disebutkan namanya, juga menyebut tuduhan tersebut tidak benar.

Serangan udara Senin kemarin menghantam kota yang dikuasai pemberontak Urem al-Kubra, menurut pejabat PBB, jam setelah tentara Suriah menyatakan gencatan senjata berakhir. gencatan senjata dimulai pada 12 September

Pesawat mata-mata AS melacak pergerakan dua SU-24 Rusia dari pangkalan udara di Latakia, Suriah, langsung menuju ke lokasi di mana konvoi itu digempur serangan udara.

Direktur White Helmets Aleppo, Ammar Ahmad Alselmo, mengatakan ia pergi ke tempat kejadian. Dia mengatakan serangan berlangsung selama satu jam. Sehingga memaksa relawan White Helmets Aleppo berusaha keras untuk menyelamatkan orang-orang dan memadamkan api. “Ada kerusakan, kebakaran dan lubang di tanah,” kata Mr. Alselmo. “Kami harus bersembunyi di bawah sebuah truk yang membawa tepung untuk melindungi diri dari serangan udara.”

Dalam pernyataannya Selasa sebelumnya, militer Rusia mengatakan konvoi bantuan diamati oleh drone milik Rusia melewati wilayah yang dikuasai oleh pemberontak. Setelah bantuan itu aman disampaikan pada 13:40 waktu setempat, pusat Rusia pemantauan sisi yang berperang di Suriah berhenti melakukan pelacakan konvoi, militer menambahkan.

“Informasi lebih lanjut tentang keberadaan konvoi itu hanya diketahui oleh militan mengendalikan daerah-daerah,” katanya.

Militer Rusia juga mempertanyakan akun aktivis anti-pemerintah yang disajikan sebagai bukti video dari serangan udara tersebut. Militer Rusia mengatakan bahwa “tidak ada tanda-tanda” konvoi telah dipukul oleh amunisi serangan udara dan mengatakan bahwa kendaraan dan bangunan sekitarnya tidak menunjukkan efek ledakan yang identik dengan karakteristik dari sebuah serangan udara.

Setelah pertemuan dengan para pejabat senior dari negara-negara yang berkepentingan dengan konflik Suriah, Kerry mengatakan “gencatan senjata tidak mati.” Pertemuan pada hari Senin berlangsung di sela-sela Sidang Umum PBB.

Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, mengatakan setelah pertemuan bahwa AS dan Rusia akan menentukan nasib gencatan senjata. “Gencatan senjata dalam bahaya. Gencatan senjata telah terkena dampak serius. Tapi satu-satunya yang dapat mengumumkan gencatan senjata sudah mati atau belum adalah AS dan Rusia dan mereka saat ini belum menyatakan bahwa gencatan senjata sudah mati. Mereka ingin memberikan kesempatan lain, “kata Mistura. Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Selasa peluang memulihkan gencatan senjata peluangnya “sangat tipis.”

Sumber: The Wall Street Journal

 


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top