ANALISIS

HTI Tolak Pemimpin Kafir dan Perempuan


Pernyataan resmi Hizbut Tahrir Indonesia yang dibacakan oleh Ustadz Ismail Yusanto, mengacu pendapat dari Ibnu Hazm dalam Marâtib al-Ijmâ’, hal. 208 yang menyatakan, “Mereka (para ulama) sepakat bahwa imamah tidak boleh untuk wanita, orang kafir dan anak kecil”. Maka dengan mengerahkan ribuan orang, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyatakan menolak Ahok yang “kafir”. Bahkan, dalam yel-yelnya, Ahok layak untuk disembelih karena “anti – Islam”.

Acara tersebut juga dihadiri bebarapa elemen anti Ahok, diantaranya: Ustadz Bachtiar Nashir (Sekjen MIUMI), Habib Syahid bin Yahya (Sekretaris FPI Jakarta), KH Shofar Mawardi (Daarul Mawahid), Faisal (Kobar/Komando Barisan Rakyat) , Hambali Ardiansyah (Ketua Laki P ‘45), Mustakim (Ketua Forum RT RW Jakarta Tolak Ahok), Edy Mulyadi (Korp Mubaligh Jakarta), Engkong Syarifudin (Presidium RT RW), Mukhlis Abdullah (Umat Islam Menggugat).

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) juga menyeru penegakan Syariat Islam (Khilafah Islamiyah). Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melalui beberapa ustadznya mengecam berbagai kondisi negara yang menurut HTI sangat bertentangan dengan Syariat Islam (Khilafah Islamiyah).

Yang menjadi masalah, jika memang kukuh mengacu pada pendapat dari Ibnu Hazm dalam Marâtib al-Ijmâ’?, maka seharusnya mereka juga tidak hanya sekedar menolak Ahok, semua bupati/Gubernur/Menteri atau pemimpin organisasi perempuan seperti Magawati harus di demo atau dipaksa turun juga.

Jika HTI benar-benar ingin menegakkan Syariat Islam (Khilafah Islamiyah), maka mereka harus juga berani mengganti semua hukum, UUD 45 maupun Pancasila.

Sumber: Panjimas


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top