Internasional

Militer Suriah Menarik Diri Dari Castello Road

Militer Suriah Menarik Diri Dari Castello Road

Militer Suriah mulai menarik diri dari arteri utama ke Aleppo Kamis malam, ketika utusan khusus PBB menuduh pemerintah Presiden Bashar Assadtelah menghalangi akses bantuan ke kota Aleppo.

Sementara itu, Rusia diharapkan untuk mengerahkan pasukan di sepanjang Castello RoadAleppo untuk memastikan perjalanan yang aman untuk konvoi bantuan kemanusiaan ke wilayah Aleppo yang dikuasai pemberontak. Ini akan menjadi partisipasi yang paling terang-terangan oleh pasukan darat Rusia dalam perang Suriah, dengan menggarisbawahi posisi Moskow sebagai pendukung Assad dalam konflik berkelanjutan ini. Rusia turun tangan dengan angkatan udara di sisi pemerintah Assad tahun lalu, mengubah peta perang menjadi menguntungkan bagi Assad.

Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata, para pemberontak dan pemerintah Suriah seharusnya menyetujui pengerahan pasukan keamanan untuk melindungi pos pemeriksaan di sepanjang rute ke Aleppo untuk memastikan pengiriman bantuan ke wilayah yang dikuasai pemberontak. PBB memperkirakan sekitar seperempat juta manusia terjebak di dalam wilayah yang dikuasai Pemberontak.

Namun, utusankhusus PBB di Suriah, Staffan de Mistura, mengatakan meskipun penurunan dramatis dalam kekerasan sejak gencatan senjata mulai berlaku pada hari Senin, aliran bantuan kemanusiaan yang seharusnya dapat teralirkan masih belum terwujud sepenuhnya.

Staffan de Mistura menyalahkan pemerintah Assad atas keterlambatan pengiriman bantuan kemanusiaan ini.

Staffan de Mistura mengatakan pemerintah Suriah tidak tersedia memberikan “surat ijin” untuk memungkinkan konvoi bantuan untuk menjangkau daerah-daerah oposisi. Hal ini mengecewakan PPB dan bahkan Rusia, pendukung utama Presiden Suriah.

De Mistura mengatakan 40 truk bantuan kemanusiaan PBB yang siap untuk bergerak dan PBB akan memprioritaskan pengiriman ke lingkungan aleppo timur yang dikuasai pemberontak Suriah.

Jan Egeland, pejabat bantuan kemanusiaan PBB mengatakan bahwa konvoi bantuan bisa menjangkau daerah-daerah sasaran di negara itu dalam “beberapa hari” setelah menerima otorisasi dari kedua belah pihak yang berseteru.

Aktivis melaporkan gencatan senjata secara keseluruhan tercapai meskipun masih terdapat beberapa pelanggaran.

SOHR yang berbasis di Inggris, yang sumber informasinya bergantung pada jaringan aktivis di Suriah, mengatakan bahwa seorang gadis tewas ketika rudal yang ditembakkan oleh milisi pemberontak menghantam sebuah desa di provinsi selatan Quneitra. Seorang anak lainnya terbunuh oleh sniper di al-Masharfeh, lingkungan yang dikuasai militer Assad di kota Aleppo. Korban ketiga, menurut SOHR, adalah seorang warga sipil yang juga tewas oleh tembakan sniper di wilayah yang dikuasai oleh pemberontak di Aleppo Timur.

Militer Rusia mengumumkan Kamis malam bahwa pasukan pemerintah Suriah telah mulai menarik diri dari rute utama ke Aleppo, meskipun Pentagon mengatakan bahwa tidak terjadi penarikan kekuatan militer Assad di jalan utama menuju Aleppo. SOHR juga melaporkan bahwa pasukan pemerintah telah meninggalkan Castello Road.

Para pemberontak diharapkan untuk mengikuti langkah militer Suriah. Menurut pejabat PBB, penarikan semua pihak yang berseteru dari jalan utama menuju Aleppo akan membuat jalan bagi Bulan Sabit Merah (Red Crescent) untuk membangun pos-pos pemeriksaan di jalan dan konvoi bantuan secara langsung.

Tidak segera jelas siapa yang akan mengamankan rute konvoi bantuan kemanusiaan PBB, meskipun SOHR melaporkan bahwa pasukan Rusia telah mengambil alih kendali untuk mengamankan rute kovoi bantuan PBB.

Teks dari perjanjian gencatan senjata belum dirilis dan Rusia mengatakan sedang dirahasiakan atas permintaan Amerika Serikat. Moskow ingin Dewan Keamanan PBB untuk mendukung perjanjian ketika bertemu Rabu depan, menurut Duta Besar Rusia untuk PBB,  Vitaly Churkin.

Sumber: AFP


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top