Internasional

Pemberontak Suriah Menghalangi Bantuan PBB Demi Tujuan Politis

Pemberontak Suriah Menghalangi Bantuan PBB Demi Tujuan Politis

PBB menuduh kelompok bersenjata di Suriah memblokir pengiriman bantuan ke kota yang terkepung dari Aleppo untuk “kepentingan politik” – termasuk faksi pemberontak di Aleppo itu sendiri yang mengatakan mereka akan menolak bantuan yang datang melalui wilayah rezim.

Dua hari setelah perjanjian gencatan senjata Suriah mulai berlaku, bom telah berhenti jatuh pada wilayah yang dikuasai pemberontak di bagian timur Aleppo, namun 275.000 orang yang tinggal di sana masih sangat kekurangan makanan dan obat-obatan.

Sebuah konvoi 20 truk yang membawa bantuan PBB cukup untuk 40.000 orang masih tertahan di perbatasan Turki karena para pekerja sosial masih mencoba untuk mengamankan kesepakatan pemberontak dan pasukan rezim untuk memungkinkan kendaraan bantuan lewat.

“Beberapa pihak dalam konflik mencoba untuk menggunakan momentum ini untuk kepentingan politik,” kata David Swanson, seorang juru bicara PBB. “Tantangan bagi kita adalah memastikan bahwa semua pihak dalam konflik itu berada pada kesepakatan yang sama. Jika salah satu unsur tidak sepakat, maka kita tidak bisa melanjutkan pengiriman bantuan. ”

PBB tidak mengatakan terus terang pihak siapa yang menghalangi konvoi bantuan PBb, namun sangat jelas terindikasi bahwa masalah utama justru berasal dari Aleppo timur itu sendiri.

Aktivis di Aleppo timur  telah mengatakan bahwa mereka menolak bantuan PBB karena memprotes perjanjian gencatan senjata yang ditengahi antara AS dan Rusia yang bagi mereka dianggap tidak menghiraukan masukan dari oposisi Suriah.

Setidaknya nampak beberapa demonstran melambai-lambaikan bendera hitam dari Jabhat Fateh al-Sham (JFS), kelompok jihad afiliasi al-Qaeda sebelumnya dikenal sebagai Jabhat al-Nusra.

Abdelkafe al-Hamdo, seorang guru di Aleppo, mengatakan ia tidak setuju dengan JFS tetapi mendukung protes terhadap bantuan PBB karena ia merasa kesepakatan AS-Rusia masih mengizinkan Bashar al-Assad, pemimpin rezim Suriah, untuk memelihara cengkeramannya di kota Aleppo.

Warga juga memprotes perjanjian AS – Rusia akan bersama-sama membombardir JFS jika gencatan senjata berlaku untuk tujuh hari. JFS sangat dihormati  oleh banyak warga di Aleppo Timur setelah mereka berhasil memecahkan pengepungan militer Assad pada bulan Agustus.

“Kebanyakan orang tidak sepakat dengan JFS tetapi mereka juga berpikir bahwa JFS lebih baik ketimbang masyarakat internasional, yang tidak melakukan langkah nyata bagi wilayah Timur Aleppo,” kata al-Hamdo.

Robert Ford, seorang mantan duta besar AS untuk Suriah memperingatkan oposisi moderat, untuk tidak melakukan “pembenaran” dengan cara memblokir konvoi bantuan PBB. Oposisi bersenjata dan politik Suriah sangat akan merusak perjuangan mereka jika mereka memblokir bantuan PBB.

Tidak jelas apakah protes di Aleppo timur mewakili pendapat dari 275.000 orang yang tinggal di sana atau hanya terdiri dari sekelompok aktivis yang relatif kecil dibandingkan warga Aleppo Timur sebenarnya.

Oposisi di Aleppo timur menjadi salah satu dari banyak batu sandungan bagi konvoi PBB, yang menunggu untuk segera bergerak dari kota perbatasan Cilvegozu, sekitar 25 mil barat dari Aleppo.

Konvoi pertama truk membawa cukup makanan dan tepung untuk memberi makan 40.000 orang selama satu bulan. Jika berhasil mencapai Aleppo timur, kemudian konvoi kedua baru akan diberangkatkan.

Sumber Gambar: telegraph.co.uk


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top