Internasional

Prakarsa US – Rusia Adalah Kesempatan Terahir Bagi Persatuan Suriah

U.S. Secretary of State John Kerry speaks at the Bloomberg New Energy Finance Global Summit "The Future of Energy" at the Grand Hyatt New York Hotel in New York, NY, on April 5, 2016.  (Photo by Anthony Behar) *** Please Use Credit from Credit Field ***

John Kerry memperingatkan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh US dan Rusia “mungkin menjadi kesempatan terakhir bagi persatuan Suriah,” CNN melaporkan pada hari Senin, beberapa jam setelah gencatan senjata dimulai.

Pemerintahan Obama percaya gencatan senjata mengarah ke negosiasi “adalah hanya mungkin solusi yang realistis,” kata Kerry kepada wartawan di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Kerry mengakui kesepakatan damai sementara ini adalah “kurang sempurna” tetapi mengatakan situasi di Suriah sebelum kesepakatan itu “jauh lebih buruk lagi,” menurut CNN.

Kerry mengatakan terlalu dini untuk mengevaluasi efektivitas upaya gencatan senjata prakarsa US – Rusia, dan wajar jika ada keraguan bahwa beberapa kekerasan telah terjadi dibeberapa titik di Suriah,” menurut Reuters.

Laporan awal menunjukkan beberapa pengurangan kekerasan di Suriah tapi ada juga beberapa bukti yang menunjukkan kesepakatan Suriah baru sudah mulai dilanggar.

Kelompok pemberontak terbesar di Suriah seperti Ahrar al-Sham mengatakan pada hari Minggu itu tidak akan menghormati gencatan senjata prakarsa US – Rusia. Kelompok Ahrar al-Sham afiliasi al-Qaeda, yang mendapatkan dukungan dari Riyadh lebih lanjut mengatakan bahwa gencatan senjata hanya akan menguntungkan pasukan Assad.

Presiden Suriah Bashar al-Assad pun demikian juga dengan konyol bersumpah untuk “merebut kembali setiap inci dari Suriah” beberapa jam sebelum dimulainya gencatan senjata (Reuters).


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top