Internasional

Rusia Menolak permintaan AS Untuk Menghentikan Serangan Ke Aleppo

File photo of U.S. President Barack Obama (R) meeting with Russia's President Vladimir Putin in Los Cabos, Mexico, June 18, 2012. Obama cancelled a meeting with Putin planned for next month in Moscow over frustration with Russia's asylum for fugitive intelligence contractor Edward Snowden, the White House said August 7, 2013.     REUTERS/Jason Reed/Files   (MEXICO - Tags: POLITICS)

Rusia mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemboman yang dikuasai pemberontak timur Aleppo di Suriah dan menentang tuntutan AS untuk menghentikan serangan.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan pada hari Kamis bahwa angkatan udara Rusia akan terus mendukung angkatan bersenjata Suriah. Peskov juga mendesak Washington untuk menepati janjinya untuk memisahkan pemberontak “moderat” Suriah dari “teroris”.

Jawaban Kremlin yang sangat keras ini muncul setelah AS memperingatkan bahwa akan mengakhiri pembicaraan tentang kerjasama militer, kecuali Moskow berhenti pengeboman.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby mengatakan Rusia harus menghentikan kekerasan di Suriah. Kirby lebih lanjut mengatakan dengan agak provokatif bahwa teroris akan “mengeksploitasi kevakuman” dalam wilayah konflik dan akan melakukan serangan “terhadap kepentingan Rusia, bahkan mungkin kota-kota Rusia”.

Kesepakatan penghentian baru-baru ini dimaksudkan untuk melakukan serangan udarabersama antara  Rusia – AS pada ISIS dan Jabhat Fateh al-Sham (sebelumnya dikenal sebagai Jabhat al-Nusra).

Namun Rusia kecewa karena AS tidak berbuat cukup untuk memisahkan kelompok pemberontak “moderat” yang selama ini mendukung Jabhat Fateh al-Sham. Banyak dari kelompok-kelompok yang dikatakan “moderat” ini telah membentuk aliansi strategis dan lebih kuat dengan Jabhat Fateh al-Sham dan berjuang bersama dalam melawan pasukan Suriah.

Meskipun tumbuh ketegangan antara kedua negara, Peskov mengatakan Rusia tetap tertarik untuk melanjutkan pembicaraan dengan AS dalam upaya untuk menyelesaikan krisis di Suriah.  Komentarnya mewakili pernyataan Moskow, yang masih termotivasi untukmengirim diplomat ke Jenewa untuk membahas cara-cara normalisasi situasi dengan AS.

Tapi pada hari Rabu Menteri Luar Negeri AS John Kerry memperingatkan bahwa Washington akan mengakhiri pembicaraan gencatan senjata, kecuali Moskow berhenti melakukans erangan ke Aleppo.

Sementara Turki mengatakan siap bekerjasama dengan Rusia untuk pembicaraan gencatan senjata yang baru untuk Suriah, setelah perjanjian sebelumnya runtuh.

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu kepada wartawan di Ankara “kami lebih dari siap” tapi menekankan bahwa semua negara terkait harus berusaha lebih keras untuk menemukan resolusi politik agar kesepakatan damai menjadi efektif.


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top