ANALISIS

Ahok Bisa Juga Menjadi Motivator


Pada rekaman video pertemuan Ahok dengan warga Kepulauan Seribu, ternyata Ahok mampu bertindak layaknya para motivator sebagaimana yang sering tampil di Teve. Ahok mampu memotivasi dengan sedikit candaan, tegas, namun cerdik dan juga mampu memberikan solusi yang riil, bagi permasalahan masyarakat Kepulauan Seribu

Ahok mecoba mengimplementasikan konsep Ekonomi Pancasila ala Ahok. Namun syaratnya sangat berat, walaupun menurut Ahok hanya 2 saja syaratnya. Pekerja dan calon pengusaha kecil yang ingin mendapatkan bantuan dari Pemprov DKI harus rajin dan jujur. Dua syarat yang mudah diucapkan, namun tidak mudah pelaksanaannya.

Jujur di Jakarta pada era seperti ini amatlah sangat sulit. Rajin, namun tidak cerdik juga pasti akan tergilas oleh mereka yang ongkang-ongkang namun tidak jujur.

Ahok juga lebih menekankan bahwa disparitas antara yang kaya dan miskin di Jakarta harus dikurangi. Ahok bukannya anti orang kaya. Biarkan yang kaya tetap menjadi kaya, namun orang miskin yang jujur dan rajin harus diberi peluang untuk menjadi kaya juga. Oleh sebab itu, Pemprov DKI wajib memfasilitasinya, misalnya dengan suntikan modal dan bagi hasil 80% (untuk masyarakat) – 20 % (untuk Pemprov). Dana 20% yang terkumpul dari masyarakat nanti akan dikembalikan lagi ke masyarakat misalnya melalui Koperasi dll.

Nah, mengenai omongan ahok yang mengutip tentang Al Maidah Ayat 51 yang menghebohkan dan mengagetkan itu, saya masih melihat kalau dalam konteks keseluruhan video ini, sangat tidak terlihat mengenai kesengajaan Ahok untuk menghina al-Qur’an. Walaupun begitu, sebagai non-muslim (kafir), seyogyanya Ahok tidak usah menyitir al-Qur’an dengan alasan apapun. Ini dapat berdampak serius, karena sudah banyak sebagian masyarakat yang anti Ahok karena ke-“kafir”-an nya.

Ahok pada dasarnya hanya mengingatkan untuk tidak mudah dibodohi oleh pihak-pihak yang anti Ahok dan sering menggunakan Al Maidah Ayat 51 sebagai landasannya. Intinya, kalau lebih percaya mereka terserah tidak usah pilih Ahok. Ahok juga menekankan bahwa jikalau nanti Ahok tidak terpilih dengan penyebab apapun, maka penerapan program konsep Ekonomi Pancasila ala Ahok akan tetap berjalan.

Dalam video yang berdurasi 49 menit -27 detik ini, Ahok tampil layaknya para motivator yang sering tampil di TV-TV. Cerdas, Lugas, tegas, spontan, namun kesopananya tetap terjaga. Kasar dan kekurangajarannya yang konon sementara ini menjadi ciri khasnya entah kemana perginya.

Sumber: Berita AHOK – JAKARTA Aktual


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top