FIKSI & DIARY

Antara Sapi, Preman Berdaster dan Suporter Khilafah


Sebenarnya sulit sekali untuk membedakan mereka. Intinya apakah terang benderang ataupun bertaqiyah, semuanya sama saja ingin menggusur Dasar negara Kita. Apapun bajunya, apaun slogannya, apapun tindakannya jelas amat sangat terbaca niatan meeka sebenarnya.

Pakai slogan indah jihad konstitusional pun sebenarnya juga tidak dapat menghapus gambaran besar niatan mereka sebenarnya. Meeka ingin sekali menggusur peran dari kelompok Islam moderat yang sebenarnya jauh lebih berjasa, ketimbang gerombolan yang baru nongol setelah masa reformasi ini.

Saat ini, mereka sedang menyatukan kekuatan dan berencana mengepung Istana negara. Ingin memaksakan kepada Presiden Jokowi agar minimal mengamini niatan mereka.

kalau masalah Ahok, sih hanya sebagai batu loncatan sementara bagi mereka. Kasus Ahok ibaratnya hanya sekedar slilit dari jamuan makan yang sangat besar dihadapan mereka ketika kelak berhasil menumbangkan Presiden Jokowi.

Untungnya, tidak semua organisasi Islam bersedia diperalat mereka. Organisasi Islam terbesar di Nusantara seperti Nahdlatul Ulama dan beberapa organisasi Islam lainnya sudah mewaspadai niatan mereka sebenarnya.

Kementerian Agama juga secara terbuka mewaspadai manuver-manuver mereka. Sayangnya, beberapa pemimpin MUI kayaknya mendukung gerakan mereka.

Apakah Pancasila, UUD 45, Kebhinekaan dan NKRI harus dikorbankan demi menghindari atau melembutkan perilaku represif mereka yang ingin memaksakan kehendak dengan sok demokratis dan bahkan sok berjihad konstitusional? wallahu a’lam.

Sejak awal, mereka ini tidak pernah menghargai konstitusi kita. Sejak awal, bahkan garis besar perjuangan mereka adalah mengganti dasar negara kita menjadi “Khilafah” versi mereka sendiri.

Saat ini, mereka sering berslogan makar no, demokrasi no, dan khilafah yes, sebenarnya hanya ber taqiyah saja. Mereka belum berani makar karena mereka belum punya kekuatan yang cukup untuk itu. Mereka nampaknya cukup jeri dengan pengalaman mereka di Tunisia, Aljazair, Yordania dan terakhir Mesir. Mereka harus berubah haluan dan cenderung ber taqiyah untuk menggunakan gerakan bermesin demokrasi yang sebenarnya sangat mereka haramkan.

Bodohnya beberapa partai politik yang konon nasionalis, karena demi kepentingan politik sesaat, sehinggga rela dimanfaatkan oleh mereka, yang sebenarnya mengharamkan konsep nasinalisme yang diterapkan di bumi pertiwi ini.

Antara partai Sapi, Preman Berdaster dan Suporter Khilafah. Ketiganya sedang bersatu untuk mengguncang pemerintahan yang syah di negeri ini, dibantu oleh beberapa partai politik oportunis yang dulu sok nasionalis dan demokratis. Tujuan mereka sangat kentara dan sangat mudah dibaca, bagi mereka yang rajin dan bersedia membaca semua fenomena dengan jernih.


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Comment


Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top