HEADLINE

Geger Tafsiran Al Maidah 51 Masih Berlanjut


Gara-gara postingan dari akun Facebook, Seuramoe Mekkah Hari Kamis tanggal 20 Oktober 2016 lalu, membuat penerbit Iqro Indonesia Global berang, karena seolah ada tuduhan bahwa penerbit Iqro Indonesia Global sengaja mengubah makna kata “Awliya” yang akhir-akhir ini dmaknai sebagai pemimpin, kemudian sengaja diubah oleh penerbit bersangkutan menjadi “teman setia”.

Akhirnya, akun Fan page Seuramoe Mekkah dilaporkan ke Polda DIY oleh pihak Iqro Indonesia Global dengan nomor aduan: Reg/247/X/2016/SPKT tentang pencemaran nama baik. Padahal, terjamahan A-Quran terbitan Iqro Indonesia Global telah bersertifikat dari Lembaga Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran kementerian Agama RI No :737/LPMQ.01/TL.02.1/05/2016 dengan no Perpustakaan RI ISBN 978-602-74692-1-1.

Sedangkan, menurut Pgs. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kemenag, Muchlis M Hanafi menyebut bahwa terjemahan Alquran tersebut merujuk pada edisi revisi 2002 terjemahan Al-Quran Kementerian Agama yang telah mendapat tanda tashih dari LPMQ. Hal ini berarti masalah terjemahan makna kata “Awliya” menjadi “teman setia” bukan “pemimpin” ini sudah ada semenjak periode proses perbaikan dan
penyempurnaan tahun 1998-2002. Jadi, tidak berdasar sama sekali bahwa Iqro Indonesia Global melakukan pengubahan makna ‘awliya” tersebut menjadi “teman setia” terjadi baru akhir-akhir ini, dikala sedang panas-panas nya kasus dugaan penistaan Agama oleh Ahok.

Dampaknya, pihak penerbit Iqro Indonesia Global dihakimi oleh puluhan ribu netizen sebagai antek Syiah, kafir, atau sengaja dibayar oleh kelompok tertentu untuk membela tokoh tertentu. Benar-benar sadis penghakiman Netizen pada penerbit Iqro Indonesia Global, padahal belum pernah sekalipun mereka melakukan tabayyun terlebih dahulu ke pihak penerbit Iqro Indonesia Global.

Sumber: kemenag.go.id, muslimmoderat.com, republika.co.id


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top