FAKTA

Ia Menyesal Telah Merobohkan Patung Saddam Hussein

Ketika itu, Kadhim al-Jabbouri menggempur patung Saddam Hussein di pusat kota Baghdad dengan palu pada bulan April 2003, ia kemudian menjumpai apa yang kemudian dianggap sebagai momen besar kemenangan dan harapan untuk Irak. diktator yang menindas negara telah digulingkan, dan simbol kekuasaannya telah jatuh ke tanah dan pasukan Amerika digulungkemudian merangsek ke dalam kota Baghdad, suasana hati yang gembira bagi Kadhim al-Jabbouri .

Lebih dari 13 tahun kemudian, Kadhim al-Jabbouri mengatakan dalam sebuah wawancara dengan BBC bahwa ia menyesal telah merobohkan patung karena kondisi euforia berlebihan saat itu.

“Sekarang, ketika saya melewati bekas patung itu, saya merasa sakit dan malu,” kata al-Jabbouri BBC. “Saya bertanya pada diri sendiri, Mengapa aku merobohkan patung itu?”

Pasca Perang Irak satu dekade ini, negara Irak kini telah menjadi sarang dan benteng ekstremisme Islam – meskipun secara bertahap berkurang satu demi satu – untuk kelompok militean ISIS. Serangan terbaru kelompok ini, di sebuah mall di Baghdad pada akhir pekan, menewaskan sedikitnya 250 orang dan yang terburuk di wilayah Irak sejak invasi AS.

Al-Jabbouri sebelumnya adalah tukang servis sepeda motor Saddam, namun kemudian dipenjara selama lebih dari satu tahun akrena mengecewakan Saddam dan menyatakan bahwa lebih dari selusin anggota keluarga dieksekusi oleh pemerintah Saddam. Al-Jabbouri gembira ketika pasukan AS datang, tapi sekarang kecewa berat, menggemakan ratapan dari banyak orang Irak dari tahun ketidakstabilan dan kekerasan yang terjadi.

Al-Jabbour kemudian menyesal setelah melihat kenyataan yang terjadi, karena ternyata Irak dijarah-rayah oleh AS. Apalagi sekarang kondisinya semakin parah.

“Setiap tahun, hal-hal mulai memburuk. Ada korupsi, pertikaian, pembunuhan, penjarahan, “katanya. “Saddam telah pergi, namun sebagai gantinya sekarang telah muncul 1.000 Saddam lainnya.”

Al-Jabbouri sekarang tinggal bersama keluarganya di ibukota Lebanon Beirut, di antara lebih dari satu juta pengungsi melarikan diri dari perang Irak. Al-Jabbouri kecewa berat dan mengumpat kasar kepada George W. Bush dan Tony Blair (Presiden AS dan perdana Menteri Inggris), yang dianggapnya sebagai arsitek perang 2003.

“Bush dan Blair pasti pembohong,” katanya, menambahkan bahwa ia berpikir mereka benar-benar hancur Irak. “Jika saya adalah seorang kriminal, saya akan membunuh mereka dengan tangan saya sendiri.”

Menurut Al-Jabbouri jauh lebih damai saat pemerintahan Saddam hussein, dan sekarang Al-Jabbouri merindukannya kembali. “Saya ingin meletakkannya kembali dan membangunnya kembali,” kata Al-Jabbouri.

Sumber: BBC News


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top