FAKTA

Jangan Lengah Pada Pembonceng Gerakan 4 November


Ketika semua kewaspadaan hanya terpusat ada komunisme, liberalisme, dan wahabisme, maka sebenarnya ada bahaya lain yang jauh lebih berbahaya. Mereka sangat pandai membuat organisasi, sangat panda melakukan pengkaderan dan sangat pandai menyusup bahkan sampai ke surau-surau.

Mereka bahkan mampu membuat kader dari mulai anak sekolah sekelas SMP bahkan sampai ke perguruan tinggi. Tujuan mereka dengan kelompok komunis, libaral atau wahabi pada dasarnya sama, yaitu mengganti dasar negara dan semua pilar kenegaraan Indonesia.

Terus apa hubungannya dengan gerakan 4 November? sebagaimana artikel saya sebelumnya, mereka mungkin sedang memanfaatkan momentum untuk melakukan gerakan yang jauh lebih besar. FPI, MUI dan kelompok Islam lainnya pun sebenarnya hanya sekedar kendaraan mereka. Gerakan penjarakan Ahok aka Bela Islam atau apapun itu namanya juga hanya merupakan pijakan untuk membuat momen terlegitimasi untuk melakukan gerakan yang jauh lebih masif.

Kalau sasarannya hanya sekedar memberangus Ahok ataupun melengserkan Jokowi, itu terlalu sederhana bagi mereka. Sasaran mereka sebenarnya adalah mengganti dasar negara dan menegakkan Khilafah. Apalah arti Ahok dan Jokowi bagi organisasai Trans Nasional ini.

Wahabi dan ormas ini walaupun kelihatannya sama, namun beda banget manuvernya. Wahabi terlau konyol gerakannya karena mereka terlalu mudah dibaca gara-gara para ustadznya terlalu sering cari gara-gara dan hobi membid’ahkan muslim moderat. Gerakan ini jauh lebih cerdas diatas para pengikut Wahabi. Mereka mampu mengorganisir kelompoknya dan simpatisannya dengan sangat rapi dan manis.

Mereka sendiri sebenarnya juga pernah beda pendapat yang sangat serius dengan Wahabi. Jangankan Wahabi, bahkan dengan pendiri “Ikhwanul Muslimin” sekaligus guru besar mereka (Hasan Albanna) pun mereka beda haluan (Taqiuddin al-Nabhanidan menyatakan memisahkan diri. Ya, saya memang mengagumi kerendahan hati dan kesederhanaan beliau, namun tidak sepakat dengan ideologinya yang pan-Islamisme dan hobi menyerukan pengubahan sistem pemerintahan dan dasar negara. Inilah yang membuat Arab Saudi pengekspor paham wahabisme pun pernah mengharamkan keberadaan organisasi ini.

Pemberontakan di Suriah sebenarnya tidak terlepas dari balas dendam pada kasus pemberontakan di Hama yang menyebabkan tragedi hama yang terkenal itu (korban tewas 10.000 – 30.000), yang juga sebenarnya didalangi oleh ulah Ikhwanul Muslimin. Di Suriah, Ikhwanul Muslimin dengan cerdik menunggangi gerakan oerlawanan dari anak-anak muda kota Hama pada bulan Maret 2011. Inilah yang membuat Suriah menjadi negara paling kacau di dunia sampai dengan sekarang.

Milisi Wahabi (Jabhat al-Nusra cs.) sebenarnya masuk belakangan (23 Januari 2012) namun karena dukungan luar biasa dari negara-negara teluk super kaya, mereka menjadi jauh lebih nampak menonjol perlawanannya. Makanya saya pernah menulis adanya pertarungan antara Wahabi dan Ikhwanul Muslimin jika Assad berhasil dilengserkan.

Halaman: 1 2 3


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top