INSPIRASI

Jangan Sampai Cintamu di “Dimas Kanjeng” kan

Jangan Sampai Cintamu di Dimas Kanjeng kan

Jadi istri harus hati-hati dan waspada selalu terhadap polah tingkah suami yang agak urik dan nakal. Di rumah kelihatannya sayang, baik-baik, perhatian dan cinta berat terhadap istri, namun diluaran belum tentu sebaik sebagaimana ketika di rumah.

Waspadai jika suami semakin hari sering pulang terlambat. ini merupakan salah satu tanda-tanda bahwa suami sudah mulai men “Dimas Kanjeng” kan.

Suami mulai suka cari gara-gara untuk ngajak bertengkar tiba-tiba. Makanan keasinan sedikit saja langsung ngajak berantem. Setrikaan istri lungset sedikit langsung ngajak ngomel berat. Kalau hal ini terjadi, sebenarnya sudah merupakan indikasi bahwa suami sudah mulai memiliki tambatan hati di luar rumah.

Suami lebih sibuk dengan HP nya ketimbang ngobrol dengan istri. nah ini nih, HP dimanfaatkan untuk chatting medsos dengan gebetan baru di luar sana. Kalau merasakan tanda-tanda seperti ini, langsung lakukan investigasi dan cari di padepokan mana suami ikut serta. Bahkan, walaupun harus melacaknya ke Probolinggo pun harus tetap diusahakan untuk melacaknya, sebelum suami di “Ismail atau Gani” kan oleh selingkuhannya.

Suami tiba-tiba jadi lebih rajin memberi istri hadiah ataupun oleh-oleh. Tumben tiba-tiba rajin memberi hadiah pada istri, padahal sebleumnya nyaris tidak pernah. Yang ada tiba-tiba sepulang dari kerja mrengut dan kadang ngomel melulu. Kok tiba-tiba hobi memberikan hadiah pada istri, maka pasti ada apa-apanya.

Telusuri bukti di cucian. Coba periksa semua cucian suami. Jangan jangan suami menyimpan kantong macan ataupun minyak ghaib dari selingkuhan di kantong celana. Apalagi ketika suami mulai tiba-tiba rajin mencuci pakaian sendiri, padahal sebelumnya hanya tinggal ongkang-ongkang di rumah ketika istri sibuk mencuci dan menyeterika pakaian. Ini pasti ada apa-apanya. Bisa jadi suami sedang merahasiakan sesuatu yang tidak ingin dikonangi istri.

Jadi, sista, berhati-hatilah jangan sampai kalian di “Dimas Kanjeng” kan oleh suami tercinta. Namun, jangan terlalu berprasangka, karena nanti akan timbul “Jonru” di rumah tangga kalian. Ingat, waspada dengan prasangka itu beda-beda tipis.

“Jonru” dalam rumah tangga kita adalah awal dari keruntuhan mahligai perkawinan yang telah menjadi kesepakatan adiluhung berdua dengan suami. Berwaspadalah dengan cara yang cerdas dan tidak asal yakin, sok ilmiah namun ngeyel waton suloyo seperti pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng.

Sumber Gambar: vemale.com


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top