ANALISIS

Muslim Berhak Memilih Pemimpin Muslim

Kalau bicara hak politis, maka semua individu memiliki hak apapun berdasarkan pertimbangan masing-masing individu. Boleh memilih berdasarkan sukunya, agamanya, rasnya, golongannya atau bahkan pertemanannya.

Menurut saya, sebenarnya Ahok terlalu kebablasan dalam video yang direkam ketika acara pertemuan dengan masyarakat Kepulauan Seribu. Terus apa ya ngak boleh kalau ada pemuka masyarakat muslim yang mengajak sekelompok masyarakat muslim untuk memilih pemimpin yang muslim juga. Apakah demokrasi melarang hal tersebut?

Selama pemuka masyarakat muslim tersebut tidak memfitnah calon pemimpin non-muslim, terus salahnya dimana? Selama para pemuka masyarakat muslim tersebut mengajak berpolitik secara santun dan tidak mengajak menghakimi, menyerang atau merusak kelompok lainnya, apa ya nggak boleh.

Terlepas dari geger isu pelecehan al-Maidah 51 yang konon sengaja dimasak atau dipelintir oleh sesorang, dalam perspektif demokrasi dan hak mendasar individu, Ahok tidak boleh ikut campur dan berusaha membelokkan keputusan mereka dalam memilih pemimpin. Ahok menyadari bahwa itu adalah hak dasar individu dalam memilih pemimpin, maka sebaiknya Ahok juga menghormati pilihan mereka, terlepas mereka dipengaruhi oleh sekelompok orang yang kebetulan satu aliran agama.

Dalam hal ini, saya melihat Ahok blunder besar, walapun sebenarnya secara keseluruhan video, Ahok tampil cemerlang dengan realisasi ide Ekonomi pancasila-nya. Sebaiknya, untuk kedepannya, Ahok nggak usah menyitir-nyitir lagi kitab suci agama lain dengan alasan apapun, apalagi hanya demi alasan politik.


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top