ANALISIS

PBB Yang Selalu Gagal Dalam Menangani Suriah

PBB Yang Selalu Gagal Dalam Menangani Konflik Dunia

PBB saat ini nampak sangat impoten, tidak relevan dan bermotif politik dalam tindakannya menyangkut konflik yang sedang berlangsung di Suriah. PBB saat ini nampak lebih condong memfasilitasi kepentingan Barat.

Dalam konflik di Suriah, PBB gagal mempertahankan sikap untuk tidak memihak pada konflik yang telah berlangsung selama lebih dari 5 tahun sekarang ini. PBB juga gagal mengidentifikasi konflik sebagai “proxy war” yang didanai asing dan hanya melihatnya sebagai “perang saudara”. PBB juga nampak enggan untuk mengidentifikasi dan meminta pertanggungjawaban berbagai negara yang memicu permusuhan anti-pemerintah Assad di dalam dan di luar Suriah.

Dari semua kegagalan fatal ini, PBB telah merusak kredibilitasnya sendiri, kredibilitas yang sangat diperlukan untuk memastikan pemerintah Suriah dan sekutunya mematuhi hukum internasional dan mentaati hukum hak asasi manusia Internasional, karena mereka juga sedang melaksanakan operasi keamanan yang ditujukan untuk memulihkan ketertiban dan stabilitas dalam negerinya.

Runtuhnya kredibilitas terbaru PBB berkisar pada seruan yang didukung AS untuk “membatasi hak veto” pada Dewan Keamanan PBB, secara efektif memungkinkan dewan untuk memberikan lampu hijau tanpa adanya perlawanan terhadap syahwat perang AS dan semua pendukungnya yang sering beralasan dengan retorika “perang kemanusiaan”.

Para pejabat hak asasi manusia PBB tiba-tiba menyerukan pembatasan penggunaan hak veto oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan tragedi yang berlangsung di Aleppo timur di Suriah utara. Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Zeid Ra’ad al Hussein telah menyebut situasi bencana di Aleppo menyamakan penderitaan dan kengerian tersebut setara dengan yang terjadi di kota-kota seperti Warsawa, Stalingrad dan Dresden dalam Perang Dunia II.

Bukan suatu kebetulan bahwa Zeid Ra’ad al Hussein berasal dari Yordania, salah satu dari beberapa negara yang terlibat langsung dalam penampungan, pelatihan, mempersenjatai dan memperkuat posisi kelompok militan di sepanjang perbatasan Suriah.

Zeid Ra’ad al Hussein mengeluh bahwa Rusia, sering didukung oleh China, telah menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB untuk memblokir resolusi yang dianggap tidak menguntungkan untuk sekutunya, Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Halaman: 1 2


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top