ANALISIS

Penggandaan Uang VS Pengadaan Uang

Dimas Kanjeng VS Marwah Daud

Ternyata, berdasarkan pengakuan Dimas Kanjeng sendiri di depan Komisi III DPR, Dimas Kanjeng tidak berniat menipu para pengikutnya. Menurut Benny K. Harman, Dimas Kanjeng mengaku bahwa mampu menggandakan uang (Oleh Marwah Daud didefinisikan sebagai “pengadaan uang“). Dimas Kanjeng juga menyatakan bahwa para pengikutnya sendiri yang menyerahkan uang tersebut. Dalam bahasa Marwah Daud, para santri bukan menyetor uang, namun iuran/kontribusi/sumbangan.

Penggandaan uang VS Pengadaan uang

Berarti, ada pernyataan awal yang cukup bertabrakan disini. Dimas Kanjeng di depan Komisi III DPR mengaku bisa menggandakan uang, namun menurut Marwah Daud “mengadakan uang”. Entah siapa yang salah dalam memberikan pernyataan. Niat dan alasannya apa hanya mereka yang tahu.

Pada pernyataan tentang “penggandaan uang VS pengadaan uang” tersebut diatas, Dimas Kanjeng nampak sebagai orang yang masih lugu secara hukum, sementara Marwah Daud nampak jauh lebih cerdik dan berpengalaman dalam mengemas bahasa yang dapat berdampak hukum.

Makna penggandaan uang itu memiliki dampak logika yang berbahaya di depan hukum. Penggandaan itu sama dengan melakukan pencetakan ulang terhadap uang asli. Thus, berarti selain yang asli disetor oleh pengikutnya, maka dijamin 100% palsu secara hukum, karena hanya pemerintah yang boleh mencetak uang, dan nomer serinya nggak mungkin dobel. Makanya, Marwah Daud lebih cerdik menggunakan frasa “mengadakan uang” ketimbang “menggandakan uang”.

Pengikutnya sendiri yang menyerahkan uang

Kalau dalam pengakuannya sebagaimana yang dituturkan oleh Benny K. Harman, Dimas Kanjeng tidak berniat menipu dan para pengikutnya yang sukarela menyerahkan dana setoran tersebut, maka para pengikut Dimas Kanjeng ya tidak dibenarkan kalau memuntut pengembalian dana betapapun besarnya setoran yang mereka berikan. Namanya juga penyetoran sukarela dan ikhlas, ya nggak perlu mengharap imbalan balik dalam bentuk uang. Hanya boleh berharap agar amalan baiknya diridhoi oleh Allah SWT.

Nah, dalam poin ini, Dimas Kanjeng lumayan cerdik jika dikaitkan dengan usaha agar tidak mudah dijerat dalam tuntutan penipuan, selain itu juga menjadi pintu darurat yang sangat bagus jika kelak para pengikutnya berbondong-bondong menuntutnya untuk mengembalikan dana beserta kelipatannya sebagaimana yang dijanjikan oleh Dimas Kanjeng. Toh bukti penerimaan dalam bentuk apapun dan alat bukti penerimaan lainnya juga tidak ada di tangan masing-masing pengikutnya.

SUmber Gambar: batam.tribunnews.com


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top