HEADLINE

Selatan Mosul Gelap-Gulita Seperti Neraka


Kabut berminyak mengepung semua orang dan membuat mereka sulit untuk bernapas. Ini adalah kondisi sore hari pada apa yang seharusnya cerah di sini, tapi karena kabut asap semua menjadi gelap gulita. Ini adalah salah satu taktik bumi hangus ISIS untuk menahan gerakan militer gabungan untuk merebut Mosul. Garis depan selatan dari Mosul adalah tempat yang paling menyedihkan.

Pipa minyak dibakar oleh ISIS dalam pertempuran untuk merebutkan al Qayyara, masih membakar dengan ganasnya. Petugas pemadam kebakaran berusaha untuk memadamkan mereka dengan menumpuk dalam jumlah besar pasir di api yang membumbung tinggi 100m ke langit. Kabut dan asap hitam berisi minyak mengepul bermil-mil jauhnya melanda kota-kota dan desa-desa sekitar.

Ini adalah adegan apokaliptik yang hanya menambah kesengsaraan warga Mosul dan sekitarnya, yang setiap hari tampaknya menjadi semakin buruk.

Sebuah konvoi Humvee militer dan lapis baja pengangkut personel militer Irak lewat, menembus asap dan di sepanjang jalan terdapat parit yang sengaja digali oleh ISIS sebelum mereka melarikan diri.

Militer Irak harus lebih jauh ke utara sekarang, tapi mereka telah terhambat oleh perlawanan keras dari para militan ISIS yang mempertahankan sisi selatan Mosul.

Militer Irak kemudian menuju ke utara ke garis depan melewati al Hud, sebuah desa tampaknya tidak signifikan di sisi jalan Mosul.  mungkin menjadi titik awal perlawanan terhadap ISIS yang sangat penting.

Hebatnya, walaupun terlihat tidak signifikan, namun sejauh ini, al Hud adalah tempat pertama di mana warga al Hud telah bangkit melawan ISIS. Ketika mereka mengetahui bahwa militer Irak akan mencapai al Hud, mereka mengibarkan bendera Irak dan menyerang militan ISIS – membunuh hingga sembilan militan di jalan-jalan dan membakar tubuh mereka.

Sayangnya, pemberontakan mereka tidak berkoordinasi dengan tentara Irak. Para prajurit tidak dapat masuk ke al Hud dan mendukung mereka.

Dalam waktu dua jam, pasukan tambahan dari ISIS kemudian kembali ke al Huddan membantai semua mereka yang terlibat perlawanan terhadap militan ISIS.

Sekarang, warga al Hud masih nampak kecewa tentang kurangnya dukungan milirer Irak akibat kurangnya koordinasi, warga berkumpul di sudut-sudut jalan dan berbicara tentang apa yang terjadi.

Ini telah menjadi kebangkitan bagi mereka dan mereka berharap itu menyebar di tempat lain, meskipun PBB telah menyatakan keprihatinan bahwa pemberontakan tersebut dapat menyebabkan pembantaian ribuan warga sipil oleh ISIS.

Sumber: Skynews


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Comment


Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top