CENGENGESAN

5 Juta Muslim Jabar Akan Demo Bela Islam Jilid III?


5 juta warga muslim Jabar akan ikut dalam demo Bela Islam jilid III. Ruar biasa dahsyat. Itu baru Jabar saja lho, gayangkan jika semua propinsi mengirimkan rata-rata sejuta, kalikan 30, sudah 155 juta lho. Ini bukan jumlah yang sedikit lho. Kira-kira muat nggak ya jalanan di Jakarta, dan juga termasuk ruang di depan Istana Merdeka.

Jikalau beneran, maka jumlah dananya akan luar biasa dahsyat. Jika rata-rata per gundul membutuhkan biaya 100 ribu saja, maka sedikitnya harus menyediakan dana 155 nolnya empat belasan, saking banyaknya, saya susah menyebut angkanya dalam bentuk kata atau kalimat secara tepat. Coba kalau uang segitu banyak tidak sekedar buat biaya demo, namun disumbangkan ke negara buat membangun atau ke yayasan amal buat memberdayakan umat. Itu tampaknya akan lebih jhoss dan barokah, Insyaallah.

Hebatnya dan untungnya, beliau berhasil mencegah muslim 5 juta muslim Jabar untuk tidak ikut-ikutan demo Bela Islam jilid III ke Jakarta. Ini kata KH. Prof. Dr. Din Syamsuddin lho, bukan kata saya bro.

Lha terus keberatan saya dimana? Saya nggak keberatan sama sekali, tapi mbok ya lebih banyak difikir lagi dengan jernih segala konsekuensinya.

Pertama, ini menunjukkan prestasi luar biasa dari petinggi MUI untuk mencegah agar demo super akbar ini tidak terjadi. Khan beliau saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Kedua, sebagai pemimpin umat, apa ya pantes beliau ngomong seperti itu. Khan ya malah kelihatan kayak sedang ngompor-ngompori. Tapi tenang aja bro, khan kata beliau sebagian besar Alhamdulillah sudah berhasil dicegah oleh beliau.

Ketiga, secara implisit beliau lumayan memberikan tekanan kepada Polri agar menaati fatwa MUI. Menurut saya, itu syah-syah saja, selama dalam koridor benar-benar demi untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara. Bentar dulu, khan katanya nggak boleh ada yg intervensi? Bahkan Presiden juga dilarang. Lha ini masuk kategori intervensi apa tidak?

Ke empat, namanya jumlah massa yang super akbar, terus siapa yang berani bertanggungjawab atas pengendaliannya. Apa ya ingin Jakarta bosah-baseh dan menjadi Karang Abang.

Ke lima, secara logika sementara sebagaimana logika banyak pihak, “sebaiknya mengorbankan seorang Ahok, ketimbang mengorbankan perasaan jutaan umat Muslim”. Itu simplifikasi logika yang lumayan benar, namun secara keseluruhan belum tentu tepat.

Lha nggak tepatnya terus dimana? Iya kalau Ahok secara hukum terbukti bersalah. Iya kalau tuntutan bela Islam murni karena sekedar masalah hukum penistaan Agama si tertuduh Ahok doang.

Terus bagaimana kata dunia? Apakah mau dunia mencap kita sebagai negara yang memanjakan hanya hak-hak mayoritas namun mengabaikan hak minoritas? Lha yo monggo saja dan silahkan saja jika sudah siap dengan segala konsekuensinya. Kata Cak Lonthong, mikir????

Lha katanya ingin menuntut tegaknya keadilan hukum, bersiap untuk mengawal dan mengawasi proses hukum, kok belum-belum sudah curiga luar biasa kepada Aparat? Berniat pakai pengerahan massa dalam jumlah super akbar lagi. Ikuti proses hukum secara cermat dan awasi dengan baik. Kenapa grusa grusu sih.

Ya saya maklum kalau sampeyan marah kepada Ahok. Saya juga mangkel banget dan kecewa berat sama Ahok. Tapi apa ini satu-satunya cara untuk meluapkan perasaanmarah dan ketersinggungan?

Mbok ya sedikit belajar pada sikap sabar, menep dan ikhlas Antasari Azhar tho. Beliau mampu memaknai dan mengejawantahkan keikhlasan dengan baik.

 


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top