ANALISIS

Kemenangan Trump, Kiamat Bagi Saudi?


Pada Desember 2015 Pangeran Arab Saudi, Alwaleed bin Talal menghujat Donald Trump untuk mengusulkan larangan imigran Muslim di AS sampai pemerintah bisa mengatasi masalah keamanan. Pangeran Alwaleed menyebut Donald Trump sebagai “aib” bagi Amerika dan Dunia. Alwaleed bin Talal

Donald Trump menanggapi serangan kicauan Alwaleed bin Talal. Apakah negara Anda, Arab Saudi, yang diambil dari para pengungsi Suriah? Jika tidak, mengapa tidak? ” Alwaleed bin Talal hanya diam tergugu, tidak berani dan tidak bisa menjawabnya.

Trump benar dan memenangkan perdebatan ini. Saudi memang terbukti telah melarang imigran Suriah dari negaranya karena pertimbangan masalah keamanan.

Kemenangan Trump akan memiliki dampak pada hubungan Amerika dengan negara-negara Teluk Arab seperti Arab Saudi, Bahrain dan Qatar serta kebijakan Amerika Serikat terhadap Suriah.

Hillary Clinton didukung secara finansial ?oleh negara-negara Teluk Arab karena desakannya agar Presiden Suriah Bashar Al-Assad tersingkir dari kekuatannya. Negara-negara Teluk ingin Presiden Suriah digulingkan dalam rangka untuk mengekang pengaruh Iran di wilayah tersebut. Negara-negara teluk jelas sangat menginginkan Clinton yang memenagkan Pilpres AS.

Kebalika dengan Clinton yang menjadi favorit negara-negara teluk, Trump jjustru mengeritik keras kebijakan pemerintahan Obama yang terlalu melindungi dan memanjakan Saudi. Trump pernah mengatakan bahwa Saudi tidak akan pernah eksis tanpa perlindungan AS.

Bagaimana kira-kira kebijakan luar negeri mengenai regional Arab dibawah Trump kedepannya? Inilah jawaban Trump ketika berdebat secara terbuka dengan CLinton mengenai konflik Suriah.

“Saya tidak suka [Presiden Suriah Bashar al-Assad] sama sekali, tapi Assad membunuh ISIS. Rusia membunuh ISIS dan Iran juga membunuh ISIS,” kata Trump dalam sebuah debat dengan Clinton bulan lalu. Dukungannya terhadap rezim Suriah bisa berarti perubahan drastis kebijakan Presiden AS Barack Obama yang sangat menginginkan penggulingan Presiden Suriah.

Nah, lagi-lagi, Saudi CS harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Apalagi, Trump juga secara terbuka mengakui Putin sebagai panutan dan favoritnya.

Bagaimana dengan Iran? Sama dengan Saudi, Iran juga was-was dan harap-harap cemas karena Trump sangat mungkin akan mencabut kesepakatan Nuklir AS – Iran yang diperjuangkan oleh Presiden Obama.

Trump menjadi penguasa tertinggi AS, apakah merupakan kiamat bagi Saudi? Entahlah. Minimal, Trump akan membuat penguasa Saudi akan kelojotan dan meriang beberapa tahun ke depan.


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top