INSPIRASI

Kesabaran dan Keikhlasan Rasulullah Atas Penghinaan Penduduk Thaif


Sungguh baginda Rasullullah SAW adalah manusia yang paling mulia, sikap, tingkah laku, serta gerak-gerik beliau. Diantara perkara nan agung yang patut kita teladani adalah kesabaran beliau dalam mengajak manusia kepada agama Islam.

Di antara contoh kisah yang menunjukkan besarnya kesabaran beliau dalam berdakwah adalah tatkala di bulan Syawwal tahun sepuluh kenabian, beliau berangkat ke Thaif yng berjarak kurang lebih enam puluh mil dari Makkah. Beliau berangkat dengan berjalan kaki pulang-pergi dengan disertai mantan budaknya Zaid bin Haritsah.

Setiap melewati kabilah dalam perjalanannya, beliau mengajak mereka kepada Islam, namun tak satupun yang menjawab. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tinggal di Thaif selama sepuluh hari. Beliau tidak meninggalkan seorang tokohpun dari mereka kecuali beliau mendatangi dan mengajaknya kepada Islam.

Namun mereka malah menghina, mendustakan dan mengusir beliau, bahkan ketika Nabi hendak pergi meninggalkan kota Thaif, mereka menghina dan melempari Nabi dengan batu. Mereka melempari tumit Nabi sehingga sepasang sandal beliau berlumuran darah. Dalam sebuah hadits shahih riwayat Bukhari, ketika beliau ditawari oleh malaikat gunung, “Jika engkau mau, aku akan menimpakan Akhsyabain (dua gunung di Makkah yang berhadapan) atas mereka”.

Apa jawab Rasullullah SAW, “Justru aku berharap Allah berkenan mengeluarkan dari sulbi mereka orang-orang yang menyembah Allah Ta’ala semata dan tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apapun.”

Padahal jikalau Rasullullah SAW mengiyakannya sekalipun, tidak ada yang bisa menyalahkannya, karena perilaku buruk dan kurang ajar penduduk Thaif. Justru Rasullullah SAW malah mendoakan penduduk Thaif agar mendapatkan hidayah dari Allah.

Sumber: buletin.muslim.or.id


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top