FIKSI & DIARY

Kok Akhir-Akhir Ini Saya Seolah Agak Berpihak Ke GNPF & FPI

Kok Akhir-Akhir Ini Saya Seolah Agak Berpihak Ke GNPF & FPI

Ada beberapa teman yang membaca tulisan saya mengenai “Menguak Misteri Aktor Rencana Makar“. Teman-teman menjadi terheran-heran bahwa kiblat saya kebalik tiba-tiba. Sebelum-sebelumnya nampak berseberangan (tidak sependapat) dengan GNPF & FPI, kok dalam tulisan tersebut saya malah seolah-olah menunjukkan clue-clue bahwa yang berencana melakukan makar bukanlah GNPF & FPI.

Apakah saya ketakutan mendapatkan ancaman mereka? Kemudian teman-teman juga memiliki bukti lain bahwa tiba-tiba juga, fasilitas komentar facebook plugin saya copot dan diganti dengan fasilitas komentar biasa.

Mengenai ancaman, saya jawab tidak ada sama sekali sampai dengan detik ini, dan insyaallah seterusnya. Mengenai pencopotan komentar facebook plugin, karena saya gempor kalau harus membalas komentar satu-persatu. Karena sebelumnya, saya terbiasa untuk membalas komentar walau sesadis apapun. Ini murni karena alasan menghindari gempor jemari yang sudah mulai menua dan agak gemetaran akibat sakit beberapa waktu yang lalu.

Saya menulis kontekstual saja, dan mencoba menegakkan slogan Mbahwo.net, “Opini Dengan Lugas & Independen“. Apakah kemudian saya tiba-tiba bersimpati terhadap gerakan mereka? Saya pun akan jawab iya jika gerakannya murni masalah penistaan agama, dan tidak juga jika mengandung muatan politis. Selama ini sekedar tuntutan mengenai penghinaan agama, dan tidak terkait dengan masalah politik, saya pernah menuliskannya disini dan disini, bahwa secara implisit saya mendukungnya.

Ketika banyak tulisan saya yang intinya mengingatkan adanya gerakan Revolusi Islam, itu murni dorongan hati saya yang tidak ingin empat pilar kebangsan kita diobrak-abrik dan diganti dengan ideologi baru yang belum tentu cocok dan menggambarkan ke Indonesiaan kita. Saya juga tidak ingin gerakan penuntutan terhadap penistaan agama yang dilakukan oleh saudara-saudara muslim kita yang awam dengan masalah politik ini ditunggangi oleh pihak-pihak yang ingin menangguk keuntungan politis kelompok tertentu.

Apalagi ketika saya baca bahwa gerakan penuntutan terhadap penistaan agama? sarat akan nuansa politis. Ada beberapa momen rekaman video yang saya simpan dan juga telah saya unggah, tampak sekali adanya muatan politis yang muncul disana. Mulai rekaman orasi para tokoh, sampai rekaman yang dilakukan oleh ormas tertentu dengan yel-yel penuh jargon-jargon revolusi Islam, muncul mendominasi rekaman video tersebut ketika demo 411 pada saat menjelang petang. (Nanti akan saya unggah video tersebut, serta akan saya tunjukkan dari mana sumbernya).

Intinya, sjak awal saya tidak pernah berkiblat untuk mendukung salah satu pihak. Saya mengagumi kinerja Ahok, namun juga menyayangkan pernyataanya yang tidak pada tempatnya. Saya bahkan pernah mengagumi Ustadz Felix Siauw yang mampu menjelaskan masalah FPI dengan cerdas dan adem. Saya juga ikut mengagumi leadership idola mereka, yaitu Sultan Muhammad Al-Fatih.

Bahkan sayapun mengagumi kesederhanaan Hasan Al Bana  dan keteguhan iman Sayyid Qutb yang merupakan  pencetus awal gerakan mereka. Namun, saya tidak sepakat dengan ideologi mereka sejak awal.

Saya ini lebih condong merasa nyaman sebagai pengikut pahamnya NU walaupun sebagai pengikut yang abangan dan tidak resmi. Kalau ditelusur di semua post-post saya, banyak didominasi kekaguman saya pada konsep yang dikembangkan oleh para ulama NU. Seperti Gus Dur, Gus Mus, Cak Nun dll.

Sayangnya, walaupun saya sudah kirim pertemanan kepada Gus Mus di facebook, namun sampai sekarang belum beliau terima. Mungkin, saking banyaknya permintaan pertemanan, sehingga request saya nggak kebaca oleh beliau. Namun saya tetap konsisten mengikuti status-status beliau sampai detik ini, sambil curi-curi ilmu diam-diam kaya Syech Siti Jenar.


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top