ANALISIS

Mengapa Jokowi Menemui Prabowo Tanpa Wiranto


Inilah taktik cerdik Jokowi untuk meredakan ketegangan yang mungkin terjadi di Indonesia. Wiranto yang Menko Polhukam yang sebenarnya paling terkait dengan masalah ketegangan politik di Indonesia sengaja tidak diajak.

Rivalitas Prabowo – Wiranto sudah banyak diketahui umum semenjak Habibie menjabat sebagai Presiden ke tiga republik Ini. Pencopotan Prabowo sebagai Panglima Kostrad dengan cara yang sangat tragis nampaknya akan sulit dilupakan oleh Prabowo seumur hidup.

Terus apa kaitannya dengan Wiranto? Saat itu, Wiranto menjabat sebagai Menhankam/Pangab yang memberikan informasi kepada Habibie adanya pergerakan pasukan Kostrad dari luar kota ke Jakarta. Inilah yang membuat Habibie mengambil keputusan sulit untuk memecat Prabowo sang jendral brilian dengan karir yang luar biasa dan yang sebenarnya memiliki hubungan pribadi yang sangat dekat antara satu sama yang lain.

Jokowi sebenarnya sudah membaca peta polittik dengan baik saat ini, bahwa ada gejolak menjelang demo besar tanggal 4 November besok. Jokowi membaca ada pihak yang mengkait-kaitkannya dengan Prabowo. Jokowi tidak ingin diadu domba dengan Prabowo. Jokowi ingin menenangkannya dengan cara kesantunan sebagai orang jawa yang “nylondohi” dengan “andhap-asor” namun tidak berarti menunduk dan menyatakan kalah. “Nglurug tanpa bolo” dan “menang tanpo ngasorake” itulah falsafah jawa yang saat ini sedang dijalankan oleh Jokowi.

Sebagai Presiden sekaligus panglima Tertinggi TNI, Jokowi bersedia “nylondohi” Prabowo sebagai petinggi teratas Gerindra demi ketenangan politik yang mulai agak menghangat di negeri kita. Inilah sikap njawani Jokowi yang ampuh untuk meredam semua konflik.

Jokowi sudah sangat tahu bahwa sasaran utama demo 4 November bukan Ahok. Ahok hanyalah sebagai trigger dan batu loncatan untuk sasaran yang lebih besar, yaitu mengguncang posisinya sebagai Presiden RI. Jokowi juga sudah sangat tahu bahwa untuk mempersiapkan semua itu, bahkan sudah dirancang dan dibentuk kabinet bayangan, jika sekiranya Jokowi berhasil dilengserkan.

Ada suatu kebetulan yang agak aneh bagi saya. Sehari sebelum Jokowi mengunjungi Prabowo, Panglima TNI mengikrarkan kesetiaannya kepada Presiden Jokowi secara terbuka. Itu merupakan satu tekanan implisit lumayan keras kepada semua pihak yang berusaha mengguncang posisi Jokowi. TNI aktif sudah menyatakan kesetiaannya kepada Presiden Jokowi, terus yang berupaya mengguncang posisinya harus berfikir-fikir lagi berulang kali. Ini juga menunjukkan bukti bahwa walaupun Jokowi bukan berasal dari militer, namun mampu merangkul TNI dengan sangat baik. Pesannya jelas, gamblang dan terang – benderang.

Jokowi dan Prabowo sempat menjadi rival berat dalam Pilpres kemarin, akhirnya dapat akur dan menyatakan secara bersama di depan pers untuk berkomitmen bersama untuk menjaga NKRI. Ini adalah taktik yang cukup cerdik dari seorang pemimpin sipil yang tidak memiliki latar belakang militer sama sekali.

Halaman: 1 2


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top