ANALISIS

Mengapa Presiden jokowi Bersafari Akhir-Akhir Ini?


Ada banyak kemungkinan yang akan terjadi, jika dalam gelar perkara terbuka mengenai tuduhan penistaan agama oleh Ahok. Jik Ahok terbukti memiliki unsur pidana, sih gampang. Tinggal ditersangkakan, proses, dan bawa ke pengadilan.

Masalah besarnya adalah Jika nanti dalam gelar perkara terbuka, ternyata Ahok tidak memenuhi unsur pidana. Berarti, kasus akan ditutup. Apakah para pendemo 4 November kemarin akan mau legowo menerimanya?

Mereka memiliki kendaraan, yaitu adanya fatwa MUI yang sampai sekarang petingi-petingginya enggan mengkoreksi ataupun melunakkannya, apalagi mencabutnya. Sudah “dislondohi” sedemikian rupa sama Presiden Jokowi sebelum demo 4 November saja, tetap keukeuh dan tidak bergeming sama sekali.

Presiden Jokowi sebenarnya sudah bebarapa kali menyatakan tidak akan melindungi Ahok, dan menyerahkan kasusnya sepenuhnya pada penegak hukum. Bahkan, agar dapat mengurangi kecurigaan dan fitnah, Jokowi memerintahkan Kapolri untuk melakukan gelar perkara secara terbuka.

Ini seharusnya menjadi sinyal positif bagi semua pihak, untuk tidak menebar ancaman dan tekanan-tekanan yang tidak perlu. Biarkan hukum berjalan secara adil. Semua pihak seharusnya dapat bersabar dan menahan diri. Ikuti prosesnya dengan baik, kawal dan cermati. Toh Polri sudah bekerja keras untuk menuntaskan kasus Ahok dalam tenggat waktu yang relatif sangat pendek (2 minggu).

Namun, kenyataannya hinaan-hinaan, tuduhan-tuduhan, hasutan-hasutan dan ancaman-ancaman masih sangat masif di berbagai media. Ini jelas harus disikapi dengan tegas oleh Presiden Jokowi.

Nah, inilah sebenarnya alasan sesungguhnya dari Presiden Jokowi untuk bersafari mengunjungi TNI, ormas-ormas Islam terbesar, Polri dan lainnya. Presiden Jokowi untuk menjajagi sikap sebenarnya dari ormas-ormas Islam di negeri ini, untuk mengantisipasi segala kemungkinan pasca gelar perkara secara terbuka tersebut.

Nampaknya, Presiden Jokowi mempersiapkan langkah dengan baik, jika nanti ternyata menurut gelar perkara, Ahok tidak memenuhi unsur melakukan tindak pidana. kemungkinan kerusuhan sebagaimana ancaman revolusi yang didengungkan oleh para petinggi pendemo 4 November kemarin, sangat mungkin akan terjadi. Apalagi sebagaimana pernyataan Presiden jokowi, mereka juga didukung oleh partai-partai tertentu.

Sangat wajar kiranya jika kemudian Presiden Jokowi melakukan konsolidasi untuk semakin memperkuat komitmen Polri dan TNI. Presiden dalam hal ini tidak sekedar akan memberikan ucapan berterima kasih. Secara implisit, Presiden Jokowi mengingatkan agar kedua intitusi ini bersiap jikalau revolusi yang mereka dengung-dengungkan benar-benar dilaksanakan. Apalagi, sangat mungkin gerakan berikutnya akan jauh lebih besar dan sangat mungkin akan jauh lebih sangar dan berbahaya.

Mereka jelas tidak hanya akan mempersiapkan diri dengan sekedar bendera bambu dan megaphone saja. Sebagaimana ancaman Habib Rizieq, minimal mereka akan dibekali bambu runcing. Keinginan mereka hanyalah satu yaitu Ahok harus dipenjara, tidak ada opsi untuk menerima kemungkinan bahwa Ahok tidak bersalah.

Bukti apapun yang akan diberikan, gelar perkara tertutup atau terbuka, selama hasilnya tidak sesuai dengan keinginan mereka, maka kerusuhan yang jauh lebih besar akan sangat mungkin terjadi. JIka hasilnya adalah Ahok dipenjara, maka gerakan mereka agak redam sementara waktu. Namun, siapa yang bisa menjamin bahwa mereka tidak akan meminta tuntutan yang lebih besar lagi kedepannya?


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top