Nasional

Bachtiar Nasir – GNPF MUI Tidak Ingin Menjadikan Indonesia Seperti Suriah?


Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir menolak tuduhan bahwa gerakan mereka ingin menjadikan Indonesia seperti Suriah.
“Saya ingin Indonesia damai, saya tidak ingin Indonesia kerusuhan seperti Arab Spring. Dan Naudzubillah, saya juga tidak menginginkan Indonesia seperti Suriah. Tidak,” kata Bachtiar Nasir.

Lebih lanjut Bachtiar Nasir justru mencurigai (terkesan menuduh) adanya penyusup termasuk atas nama negara, ingin membantai umat Islam. Ada yang pegang senjata, menguasai dan anti serta benci Islam ingin menemukan momentumnya, agar saudara-saudara Muslim ditembaki oleh mereka. (Republika, 11 November 2016)

Menurut saya, kalau tidak ingin men-Suriah-kan Indonesia masih mungkin juga, namun benarkah gerakan  GNPF MUI hanya mutlak menginginkan pemrosesan Ahok secara adil dan transparan? bukankah dalam banyak orasi Ustadz Bachtiar Nasir juga sangat ingin menegakkan Khilafah di indonesia?

Memang sekilas berbeda antara penerapan Khilafah yang Ustadz Bachtiar Nasir inginkan di Suriah. Namun, salah satu penyebab konflik Suriah itu tidak melulu kekonyolan rejim Assad, dan sebagian besar juga disebabkan oleh milisi-milisi yang ngotot ingin menegakkan Khilafah di Suriah. ISIS, Jabhat Fatah al-Sham, Harakat Nour al-Din al-Zenki, Jaysh al-Sham, Ahrar Al-Sham, Jaysh al-Islam, dan masih banyak faksi-faksi lainnya.

Mereka semua ingin mengganti pemerintahan model sekuler Suriah dengan model Khilafah secara murni. Kalau kita analogikan dengan Ideologi negara kita, itu khan sama juga dengan gerakan yang ingin mengganti Pancasila & UUD 45 dengan Khilafah?

Kalau di Suriah gerakan ini terbukti mengakibatkan perang sipil berkepanjangan, kerusakan infrastruktur yang cukup dahsyat, penderitaan rakyat yang berkepanjangan dan lainnya.  Di negara kita juga pernah terjadi sejarah kelam yang nyaris serupa ketika DI/TII ingin mengubah Indonesia menjadi Negara Islam. Untuk memadamkan gerakan ini, membutuhkan watu sekitar 14 tahun dengan korban jiwa yang sangat besar di kedua belah pihak.

Intinya, tidak cuma PKI yang berbahaya bagi negeri ini. Korban dari keinginan sebagian pihak mengubah ideologi negara membuat bangsa kita harus mengorbankan banyak nyawa orang-orang terbaik kita. belum lagi kerugian harta benda, hilangnya stabilitas negara, rusaknya infrastruktur, rusaknya kondisi ekonomi, perpecahan diantara anak bangsa, dan masih banyak dampak buruk lainnya. Terus apa bedanya kondisi ini dengan kondisi yang sekarang terjadi di Suriah, Grozny, ataupun di semua tempat yang terjadi konflik sektarian?

Sumber gambar: mengatasi.id


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top