FAKTA

Sejak Kapan MUI Menolak Pemimpin Non Muslim

Sejak Kapan MUI Menolak Pemimpin Non Muslim

Sejak jaman Majelis Ulama Indonesia MUI) dipimpin oleh Din Syamsuddin, secara tegas MUI menyatakan bahwa, umat Islam wajib memilih pemimpin yang sholih (pemimpin muslim). Ini adalah sikap MUI yang jelas dan benar.

Dalam ayat-ayat kitab suci Al-Quran, umat Islam tegas dilarang memilih pemimpin yang mengejek agama dan wajib memilih pemimpin yang menegakkan sholat, membayar zakat, dan tunduk pada aturan Allah SWT. Penegasan ini merupakan firman Allah SWT dalam Al Quran Surat Al Maidah ayat 55 dan 57.

“Larangan memilih pemimpin non-muslim jelas bukan larangan MUI, tapi larangan Allah dan Rasul-Nya yang wajib dipatuhi oleh semua golongan umat Islam, termasuk MUI sendiri,” tegas Tengku Zulkarnain. (Republika, 21 Maret 2014)

Padahal pada era kepemimpinan MUI oleh  KH Amidhan”Jika memang sudah teruji adil, maka boleh memilih pemimpin yang nonmuslim.”  (beritasatu.com, 07 Agustus 2012)

Larangan memilih pemimpin non-muslim ini kemudian menggelinding bak bola salju sampai dengan sekarang. Banyak sekali ormas Islam yang menggunakan dasar ini untuk melakukan aksi menolak pemimpin non-muslim, dan inilah yang memungkinkan memancing Ahok untuk menyitir Al maidah 51 pada sambutannya di Kepulauan Seribu.

Larangan memilih pemimpin non muslim ini mencuat pada saat pesta demokrasi 2014. Larangan MUI ini kemudian dibantah oleh PBNU yang membolehkan non-muslim diangkat sebagai pemimpin. (nu.or.id, 11 November 2014).


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top