FIKSI & DIARY

Wasekjen MUI Mencurigai Ada Keganjilan pada Bom Samarinda

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat Tengku Zulkarnain mencium ada keganjilan dalam aksi teror pengeboman gereja di Samarinda. Menurut Tengku, ada sesuatu yang ganjil. “Ya masa ada pengebom bawa KTP. Kalau orang bunuh diri mana mau dia bawa identitas,” kata Tengku.

Tengku juga meminta masyarakat mewaspadai isu di media sosial yang ramai membicarakan seolah-olah teros bom tersebut terjadi karena demo 411. Padahal, isu tersebut sangat tidak benar. Isu tersebut hanyalah ulah ‘penghianat bangsa’ yang ingin memanfaatkan situasi demi mengadu domba bangsa Indonesia.

Boro-boro ikut menyatakan bela sungkawa, malahan Wasekjen MUI mencurigai adanya keganjilan pada kasus Bom Samarinda. Inikah contoh “sikap sangat terpuji” dari ulama panutan umat?

Padahal dalam aksi pemboman tersebut telah melukai 5 orang balita, dan salah satunya yang bernama Intan Olivia Marbun meregang nyawa. Sungguh contoh “sikap yang sangat terpuji” dari petinggi MUI.

Simpatinya benar-benar sudah hilang entah kemana. Hemm benar-benar suatu contoh yang sangat baik dari ulama panutan bangsa.

Senada dengan pendapat Wasekjen MUI, Pengamat Terorisme yang juga Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya. “Karena ekspos berlebihan menunjukkan ada permainan pengalihan isu dari kasus penistaan agama oleh Ahok,” lanjut Harits Abu Ulya.

Sumber: Republika


Leave a Comment: Prohibited To Perform Spam, Humiliation, Porn Or Drugs
Comments

Copyright © 2016 - Mbahwo.net

To Top